Dinding Rumah Warga Roboh dan Perabot Hayut akibat Banjir di Pondok Labu

Kompas.com - 20/08/2016, 11:33 WIB
Banjir yang terjadi di Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2016) malam, menyebabkan dinding belakang beberapa rumah warga roboh. Foto diambil Sabtu (20/8/2016). Nursita SariBanjir yang terjadi di Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2016) malam, menyebabkan dinding belakang beberapa rumah warga roboh. Foto diambil Sabtu (20/8/2016).
Penulis Nursita Sari
|
EditorPascal S Bin Saju

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang melanda Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2016) malam, menyebabkan dinding tembok bagian belakang di beberapa rumah warga roboh.

Dinding tersebut roboh karena diterjang derasnya air dari Taman Kota.

Sri Rahayu (41), salah satu warga RT 009/RW 02 Pondok Labu,  mengatakan, dinding pembatas Taman Kota roboh dan turut merobohkan dinding toilet di bagian belakang rumahnya.

"Dinding pembatas Taman Kota-nya roboh. Ini tadinya toilet, cucian ketiban semua," ujar Sri saat menunjukkan bagian rumahnya yang roboh kepada Kompas.com, Sabtu (20/8/2016).

Tak hanya itu, perabotan rumah tangga milik Sri juga hanyut dan rusak. Lemari rumahnya bahkan terguling. "Lemari roboh, satu TV juga sudah tidak bisa diselamatkan" kata dia.

Selain Sri, dinding beberapa rumah warga lainnya juga turut roboh. Salah satunya dinding belakang rumah Ami (50). "Itu di belakang roboh juga," ucap Ami.

Selain dinding rumah roboh, Ami menyebut beberapa barang elektroniknya juga ikut hanyut terbawa air. "TV hanyut dua. Kulkas juga hanyut saking derasnya air," tuturnya.

Hingga Sabtu pukul 11.00 WIB, air sisa banjir semalam masih menggenangi rumah warga dan gang di RT 009.

Dialporkan, air mulai naik pada Jumat sekitar pukul 20.00 dan baru surut perlahan pada Sabtu sekitar pukul 02.00 dini hari.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X