Polisi Selidiki Perselisihan Pengemudi Ojek "Online" dengan Warga di Margonda

Kompas.com - 20/08/2016, 22:12 WIB
Jalan Margonda Raya yang merupakan salah satu jalan utama di Kota Depok, Senin (9/11/2015). Banyak yang tidak menyangka bahwa nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan nasional. Alsadad RudiJalan Margonda Raya yang merupakan salah satu jalan utama di Kota Depok, Senin (9/11/2015). Banyak yang tidak menyangka bahwa nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan nasional.
Penulis Nursita Sari
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki perselisihan antara pengemudi ojek online dan warga di sekitar Depok Town Square, Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2016). Harry belum bisa memastikan apakah ada korban dalam kejadian tersebut.

"Itu kejadian yang tadi sore ini kan dilidik berapa korban atau apa. Saya belum bisa konfirmasi karena saya masih di lapangan. Kalau teknisnya berapanya nanti saya mohon waktu ya," ujar Harry saat dihubungi Kompas.com, Sabtu malam.

Meski begitu, Harry menyebut polisi mendapat informasi ada yang terkena pukul dalam kejadian tersebut. Namun, dia masih harus memastikannya.

"Katanya ada yang kena pukul. Ini masih katanya ya. Nanti kita masih periksa di lapangan," ucapnya.

Setelah pengemudi ojek online dan warga berhasil dibubarkan pada Sabtu petang, beredar foto dan informasi yang menyebutkan adanya keramaian pengemudi ojek online yang berkumpul di belakang Depok Town Square, dekat Stasiun Pondok Cina. Mereka menggunakan jaket khas perusahaan ojek online tersebut.

Saat dikonfirmasi, Harry menyebut dirinya juga mendapat kabar terjadi aksi pukul-memukul di sana. Namun, saat dia datang ke lokasi, aksi pemukulan itu tidak ada. Pada pukul 21.30, dia pun memastikan tidak ada massa yang berkumpul di sekitar lokasi tesebut.

"Tadi rame-rame katanya pukul-pukul ternyata enggak ada. Udah enggak ada (massa) sekarang," ucap Harry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harry menuturkan, perselisihan melibatkan komunitas ojek online dengan kelompok yang mengaku sebagai warga setempat. Namun, polisi masih mendalaminya.

"Kita masih lidik ya. Ini komunitasnya ojek online dengan yang mengaku warga di Depok. Ini masih kita dalami," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi kesalahpahaman antara pengemudi ojek online dengan warga pada Sabtu siang. Kejadian tersebut membuat ruas jalan di Margonda mengalami kemacetan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 34 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Rumah di Kalideres Ambruk, Ibu dan Balitanya Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Megapolitan
Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Maling Motor Beraksi di Ulujami, Dalam Satu Jam Curi Empat Motor

Megapolitan
Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.