Wisnu Nugroho
Pemimpin Redaksi Kompas.com

Wartawan Kompas. Pernah bertugas di Surabaya, Yogyakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta dengan kegembiraan tetap sama: bersepeda. Menulis sejumlah buku tidak penting.

Tidak semua upaya baik lekas mewujud. Panjang umur upaya-upaya baik ~ @beginu

Ahok Benar, Jakarta Tidak Ada Bandingannya

Kompas.com - 22/08/2016, 07:11 WIB
Kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan Jalan MH Thamrin, Jakarta, terendam banjir luapan Sungai Ciliwung, Kamis (17/1/2013). Banjir yang menerjang berbagai kawasan membuat Jakarta lumpuh dan dinyatakan dalam kondisi darurat bencana.

KOMPAS/IWAN SETIYAWANKawasan Bundaran Hotel Indonesia dan Jalan MH Thamrin, Jakarta, terendam banjir luapan Sungai Ciliwung, Kamis (17/1/2013). Banjir yang menerjang berbagai kawasan membuat Jakarta lumpuh dan dinyatakan dalam kondisi darurat bencana.
EditorHeru Margianto

(Baca: Jika Dianggap Mengadu Domba Jokowi dengan Risma, Ahok Bilang "Sorry")

Mencoba membandingkan

Membandingkan Jakarta dengan Surabaya memang tidak sepadan. Dengan logika Ahok, tidak satu pun provinsi di Indonesia sebanding dengan Jakarta yang kini dipimpin dan hendak dipimpinnya kembali. 

Status Jakarta sebagai Ibukota Negara yang dinyatakan dalam nama "Daerah Khusus Ibukota" (DKI) tidak ada duanya. Kepadatan penduduk berikut keragaman warga serta kompleksitas persoalannya tidak ada bandingannya.

Terkait aktivitas ekonomi dan besarannya, Jakarta juga juara. Begitu juga aktivitas politik tentunya. Belum masalah-masalah sosial dan lingkungan seperti banjir yang kerap datang tak terduga penyebabnya. Jakarta tidak ada bandingannya.

Dengan posisi khas seperti ini, kepala daerah dari mana pun akan terlihat "kecil" dan tidak sepadan disandingkan dengan pemimpin Jakarta. Karenanya, membandingkan Jakarta dengan daerah mana pun akan mendapati nasib seperti Surabaya yang merupakan kota kedua terbesar di Indonesia.

Situasi seperti ini yang mungkin membuat sejumlah kepala daerah atau pemimpin lain ciut atau mengukur diri sebelum bertarung di Pilkada Jakarta. Situasi ini terlihat membebani ditambah petahana yang terlihat begitu kuat dan banyak serta berisik pendukungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Pilkada Jakarta 2012 menjelaskan kepada kita bahwa kemustahilan itu bisa ditaklukkan. Jokowi yang sukses sebagai Wali Kota Solo bersama Ahok mampu menunjukkan bahwa mereka tidak "kecil" sehingga petahana yang "besar" bisa tumbang meskipun harus lewat dua putaran.

Petahana di Pilkada Jakarta 2012 tumbang karena pemilih diyakinkan akan adanya gaya kepemimpinan yang berbeda. Perbedaan gaya kepemimpinan itu membuat para pemilih berani bertaruh karena adanya harapan perbaikan.

Petahana yang formal dan elitis dilawan Jokowi-Ahok yang nonformal dan populis. Penggunaan kemeja kotak-kotak lengan panjang tergulung dan blusukan ke kampung-kampung adalah terjemahan perbedaan ini.

Melihat pengalaman politik ini, Risma yang sukses di Surabaya sejatinya memiliki semua potensi untuk menguji bahwa kemustahilan melawan petahana di Jakarta bisa dilakukan. Hasil survei sejumlah lembaga memotret potensi Risma ini.

Kadar "berisik"

Meskipun sama-sama nonformal dan populis, kepemimpinan Ahok dan Risma berbeda baik dari penampilan, gaya, dan karakternya.

Di luar soal suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang kita sepakat tidak digunakan sebagai materi kampanye, menurut saya, pembeda Ahok dan Risma yang sama-sama sukses di daerah yang dipimpinnya adalah kadar "berisiknya".

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Dendam Berujung Mutilasi di Bekasi, Para Pelaku Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Dibunuh Saat Tidur

Fakta Dendam Berujung Mutilasi di Bekasi, Para Pelaku Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Dibunuh Saat Tidur

Megapolitan
Biskita Trans Pakuan Kini Layani Rute Parung Banteng-Air Mancur Bogor, Tarif Gratis hingga Akhir 2021

Biskita Trans Pakuan Kini Layani Rute Parung Banteng-Air Mancur Bogor, Tarif Gratis hingga Akhir 2021

Megapolitan
Bima Arya Tantang 'Pebasket Sombong' Denny Sumargo Duel Satu Lawan Satu Main Basket

Bima Arya Tantang "Pebasket Sombong" Denny Sumargo Duel Satu Lawan Satu Main Basket

Megapolitan
Hari Ini Pemprov DKI Cairkan Bantuan KJP Plus dan KJMU

Hari Ini Pemprov DKI Cairkan Bantuan KJP Plus dan KJMU

Megapolitan
Waspada Varian Covid-19 Omicron, Anggota DPRD DKI Minta Rumah Sakit Siaga

Waspada Varian Covid-19 Omicron, Anggota DPRD DKI Minta Rumah Sakit Siaga

Megapolitan
Demo Batalkan UMK DKI 2022 di Balai Kota, Polisi Siapkan Jalur Massa Buruh yang Bergerak dari Pulogadung

Demo Batalkan UMK DKI 2022 di Balai Kota, Polisi Siapkan Jalur Massa Buruh yang Bergerak dari Pulogadung

Megapolitan
UPDATE 28 November: Bertambah 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, 19 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 28 November: Bertambah 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, 19 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Rencanakan Sejumlah Pembangunan di Wilayah Timur Tahun Depan, dari RSUD hingga Jalan Penghubung

Pemkot Depok Rencanakan Sejumlah Pembangunan di Wilayah Timur Tahun Depan, dari RSUD hingga Jalan Penghubung

Megapolitan
Seleksi ASN Depok, Wakil Wali Kota: Obyektif, Tak Ada KKN, Curang Langsung Diskualifikasi

Seleksi ASN Depok, Wakil Wali Kota: Obyektif, Tak Ada KKN, Curang Langsung Diskualifikasi

Megapolitan
Demo Minta Anies Batalkan UMP DKI 2022, Massa Buruh Akan Bergerak ke Balai Kota dari Pulogadung

Demo Minta Anies Batalkan UMP DKI 2022, Massa Buruh Akan Bergerak ke Balai Kota dari Pulogadung

Megapolitan
Kronologi Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Tabrak Dua Mobil, Sopir Diduga Pikun

Kronologi Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Tabrak Dua Mobil, Sopir Diduga Pikun

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Depok, Nihil Kasus Sembuh dan Kematian

UPDATE 28 November: Tambah 3 Kasus Covid-19 di Depok, Nihil Kasus Sembuh dan Kematian

Megapolitan
Misteri Aksi Penembakan di Exit Tol Bintaro yang Tewaskan Satu Orang...

Misteri Aksi Penembakan di Exit Tol Bintaro yang Tewaskan Satu Orang...

Megapolitan
Buruh Akan Kepung Balai Kota Hari Ini, Minta Anies Cabut Keputusan UMP DKI 2022

Buruh Akan Kepung Balai Kota Hari Ini, Minta Anies Cabut Keputusan UMP DKI 2022

Megapolitan
Gara-gara “Salam dari Binjai”, Pohon Pisang Milik Warga Depok Dirusak oleh Para Bocah

Gara-gara “Salam dari Binjai”, Pohon Pisang Milik Warga Depok Dirusak oleh Para Bocah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.