Saksi Ahli Sebut Jessica Miliki Penguasaan sampai Sianida Masuk ke Dalam Es Kopi - Kompas.com

Saksi Ahli Sebut Jessica Miliki Penguasaan sampai Sianida Masuk ke Dalam Es Kopi

Kompas.com - 25/08/2016, 16:21 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Terdakwa Jessica Kumala Wongso mengikuti sidang saksi kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2016). Jessica diduga menaruh zat sianida ke dalam kopi yang diminum Mirna di Cafe Olivier, Grand Indonesia, Januari lalu.


JAKARTA, KOMPAS.com —
Anggota majelis hakim sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Binsar Gultom, menanyakan siapa yang paling mungkin menaruh sianida ke dalam es kopi vietnam milik Mirna. Pertanyaan itu dilontarkan kepada saksi ahli toksikologi forensik, I Made Agus Gelgel Wirasuta, yang memberikan keterangan dalam sidang lanjutan kasus ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).

"Menurut saudara, dari empat kemungkinan tadi, siapa yang paling mungkin menaruh sianida itu. Apakah orang yang mencampur bahan untuk kopi, orang yang meracik, orang yang menyajikan, atau orang yang memesan kopi," kata Binsar kepada Made.

"Dari hasil analisis dan fakta di BAP (berita acara pemeriksaan), saya dapat menyatakan, pemesan (Jessica) memiliki penguasaan kopi sampai sianida masuk ke dalam kopi," jawab Made.

(Baca: Selain Curigai Jessica, Ahli Toksikologi Forensik Sempat Curigai Barista Olivier)

Menurut Made, kemungkinan besar sianida ditaruh di antara pukul 16.30-16.45 WIB. Pernyataan Made dikuatkan melalui kesaksian ahli digital forensik dalam sidang sebelumnya yang memperlihatkan ada gerak-gerik mencurigakan dari Jessica Kumala Wongso, terdakwa sekaligus pemesan es kopi vietnam untuk Mirna.

Meski berpendapat seperti itu, Made mengaku tidak bisa memastikan bahwa Jessica yang memasukkan sianida ke dalam kopi.

"Kalau bicara siapa (penaruh sianida), saya tidak tahu. Bukan kapasitas saya juga kalau bicara siapa yang menaruh itu. Saya hanya membuktikan penyebab kematian korban betul karena keracunan sianida," ujar Made.

Kompas TV Ahli Toksikologi: Mirna Kekurangan Oksigen


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorIndra Akuntono
Komentar

Terkini Lainnya

Jelang Pilkada Serentak 2018, Perludem Beri Tips Untuk Pemilih

Jelang Pilkada Serentak 2018, Perludem Beri Tips Untuk Pemilih

Nasional
H-3 Pilkada Jateng, Alat Peraga Kampanye Dibersihkan Hingga ke Rumah Warga

H-3 Pilkada Jateng, Alat Peraga Kampanye Dibersihkan Hingga ke Rumah Warga

Regional
Uni Emirat Arab Siap Dukung Penarikan Mundur Pemberontak Yaman

Uni Emirat Arab Siap Dukung Penarikan Mundur Pemberontak Yaman

Internasional
Pemkot Jakbar Cari Lokasi Pengganti Tempat Pembuangan Sampah yang Dikeluhkan Warga

Pemkot Jakbar Cari Lokasi Pengganti Tempat Pembuangan Sampah yang Dikeluhkan Warga

Megapolitan
Tugas Perdana dari Mendagri, Pj Gubernur Sumut Datangi Danau Toba

Tugas Perdana dari Mendagri, Pj Gubernur Sumut Datangi Danau Toba

Regional
KPU NTT Kesulitan Atur Akun Medsos yang Kampanye Saat Masa Tenang

KPU NTT Kesulitan Atur Akun Medsos yang Kampanye Saat Masa Tenang

Regional
Menengok Saluran Air Penuh Sampah di Duren Sawit

Menengok Saluran Air Penuh Sampah di Duren Sawit

Megapolitan
Cerita Korban Terpeleset Cairan Licin Diduga Oli di Pejompongan

Cerita Korban Terpeleset Cairan Licin Diduga Oli di Pejompongan

Megapolitan
415 Pengamat Internasional Terakreditasi Pantau Pemilu Turki

415 Pengamat Internasional Terakreditasi Pantau Pemilu Turki

Internasional
Jika Ada Polisi Tidak Netral di Pilkada Jabar, Laporkan ke Kapolda

Jika Ada Polisi Tidak Netral di Pilkada Jabar, Laporkan ke Kapolda

Regional
Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Regional
Antisipasi 'Serangan Fajar' di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Antisipasi "Serangan Fajar" di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Nasional
'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

"Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional
Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional

Close Ads X