Ahok Minta Warga Ikut Awasi dan Laporkan Praktik Calo Kamar di RSUD

Kompas.com - 25/08/2016, 17:29 WIB
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berfoto bersama warga yang sedang wisata di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2015). TRIBUNNEWS / HERUDINGubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berfoto bersama warga yang sedang wisata di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2015).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta warga melapor kepada Pemprov DKI Jakarta jika menemukan petugas yang menjadi calo dan berjanji memberikan kamar di RSUD dengan biaya tinggi.

"Lapor aja ke kami, biar kami pecat (calonya). Masyarakat juga jangan mau kalau dicaloin, tangkap, lapor ke kami," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Informasi mengenai adanya calo kamar ini berasal dari Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Dia mengaku menemukan pasien yang menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, dan pihak rumah sakit menyatakan kamar perawatan penuh.

Namun nyatanya, terdapat banyak kamar yang kosong. Pasien BPJS akan diberi fasilitas kamar perawatan bila bersedia membayar.


"Ya makanya, saya bilang siapa namanya (calo)? Pecat! Sekarang saya tanya narkoba, hukum mati, masih ada enggak yang pakai narkoba? Banyak," kata Basuki.

Meski demikian, dia mengaku belum menerima laporan perihal percaloan di RSUD tersebut. Ahok menduga calo tersebut adalah oknum pekerja harian lepas (PHL) pengamanan atau satpam atau internal Pemprov DKI Jakarta.

Saat ini, lanjut dia, RSUD Koja telah membangun sistem sebagai pengawas ketersediaan kamar. Nantinya pasien juga dapat mengetahui kamar kelas mana saja yang penuh maupun kosong.

"Saya sudah minta mereka nyontek (sistem) RSUD Tarakan sama Koja. Saya enggak tahu (kasus ini terjadi) di RS mana, apa (RSUD) Cengkareng? Karena mereka selalu bilang enggak cukup (kamar untuk pasien BPJS)," kata Basuki.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Seandainya Kota Bekasi dan Jakarta Digabung...

Megapolitan
Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Simpan Sabu di Dalam Pembalut, Seorang Pemuda Ditangkap

Megapolitan
Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Jual Sabu, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Pacarnya karena Tolak Berhubungan Badan

Megapolitan
Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Dishub DKI Surati Pengurus Gedung Sediakan Fasilitas Pesepeda

Megapolitan
Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X