Selasa 30 Agustus, Ganjil Genap Resmi Berlaku di Jakarta

Kompas.com - 29/08/2016, 20:14 WIB
Beda pelat nomor asli (kiri) dan palsu (kanan) Otomania/Setyo AdiBeda pelat nomor asli (kiri) dan palsu (kanan)
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem pelat ganjil genap akan berlaku resmi besok, Selasa (30/8/2016). Nantinya, pengendara yang melanggar peraturan tersebut akan langsung ditilang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Syamsul Bahri mengatakan, sanksi untuk pelanggar peraturan itu merujuk pada pelanggaran tanda nomor kendaraan bermotor seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Pasal 280 junctho 68 ayat 1 tentang TNKB. Kan ganjil genap ini berhubungan dengan pelat nomor," kata Syamsul di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (29/8/2016).

Menurut Syamsul, pembayaran denda maksimal Rp 500.000 akan dilakukan setelah putusan pengadilan. Ia mengatakan, bisa saja nantinya denda berkurang ataupun dihapuskan.

"Tergantung putusan pengadilan," ujar Syamsul.

Pemberlakuan sanski dilakukan setelah berakhirnya masa uji coba dari 27 Juli hingga 26 Agustus 2016. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan peraturan yang menjadi acuan penerapan kebijakan itu, yakni Peraturan Gubernur Nomor 164 Tahun 2016 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Isi Pergub sama dengan yang disosialisasikan selama ini, yakni pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil genap akan diberlakukan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalam Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Subroto (persimpangan Jalan HR Rasuna Said sampai Gerbang Pemuda) dari Senin sampai Jumat, tepatnya pada pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Kebijakan itu tidak berlaku pada hari Sabtu-Minggu atau hari libur nasional. Ada sejumlah kendaraan yang tidak terkena peraturan tersebut, yaitu mobil dinas Presiden RI, Wakil Presiden RI, pejabat lembaga tinggi negara dengan pelat RI beserta kendaraan pengawalnya.

Selain itu, kendaraan dinas instansi pemerintah, mobil pemadam kebakaran, mobil ambulans, mobil angkutan umum (pelat kuning), angkutan barang dan sepeda motor.

Meski angkutan barang dan sepeda motor diboleh melintas tetapi sejumlah catatan yang diberikan. Mobil barang diperbolehkan melintas asal tidak menyalahi waktu izin melintas sesuai yang diterapkan dalam Peraturan Gubernr Nomor 5148 Tahun 1999 tentang penetapan waktu larangan melintas bagi mobil barang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 25 Oktober: Tangsel Zona Merah, Kota Tangerang Zona Oranye

UPDATE 25 Oktober: Tangsel Zona Merah, Kota Tangerang Zona Oranye

Megapolitan
Tinjau Lokasi Banjir, Bima Arya Minta Proses Normalisasi Dipercepat

Tinjau Lokasi Banjir, Bima Arya Minta Proses Normalisasi Dipercepat

Megapolitan
Banjir Landa Perumahan Griya Cimanggu Indah Bogor, Ada yang Menolak Dievakuasi

Banjir Landa Perumahan Griya Cimanggu Indah Bogor, Ada yang Menolak Dievakuasi

Megapolitan
Pengunjung Bioskop Belum Banyak, CGV: Kan Masih Berjalan...

Pengunjung Bioskop Belum Banyak, CGV: Kan Masih Berjalan...

Megapolitan
Banjir, 346 Jiwa Warga Bekasi Jaya Mengungsi

Banjir, 346 Jiwa Warga Bekasi Jaya Mengungsi

Megapolitan
Kabel Listrik Bawah Tanah Depan Masjid Istiqlal Terbakar

Kabel Listrik Bawah Tanah Depan Masjid Istiqlal Terbakar

Megapolitan
Hingga Minggu Petang, 20 RT di Jakarta Masih Kebanjiran

Hingga Minggu Petang, 20 RT di Jakarta Masih Kebanjiran

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: 12.012 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.164 Orang Meninggal

UPDATE 25 Oktober: 12.012 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.164 Orang Meninggal

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Rekomendasikan Pencabutan Izin 4 Griya Pijat Pelanggar PSBB

Satpol PP Tangsel Rekomendasikan Pencabutan Izin 4 Griya Pijat Pelanggar PSBB

Megapolitan
9 Kelurahan di Kota Bekasi Terdampak Banjir, Ini Rinciannya

9 Kelurahan di Kota Bekasi Terdampak Banjir, Ini Rinciannya

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Antrean Rapid Test di Stasiun Pasar Senen dan Gambir Padat

Jelang Libur Panjang, Antrean Rapid Test di Stasiun Pasar Senen dan Gambir Padat

Megapolitan
KAI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk 27 dan 28 Oktober

KAI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk 27 dan 28 Oktober

Megapolitan
Denda Pelanggar PSBB di Jakarta Terkumpul Rp 4,9 Miliar

Denda Pelanggar PSBB di Jakarta Terkumpul Rp 4,9 Miliar

Megapolitan
Satpol PP Sebut Warga Ibu Kota Makin Taat Kenakan Masker

Satpol PP Sebut Warga Ibu Kota Makin Taat Kenakan Masker

Megapolitan
Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Petugas Sempat Kesulitan karena Asap Tebal

Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Petugas Sempat Kesulitan karena Asap Tebal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X