Dua Calo Antrean di RSUD Tarakan Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 01/09/2016, 22:41 WIB
Petugas menunjukan Barang bukti uang palsu pecahan Rp 50.000 KOMPAS.com/ Karnia SeptiaPetugas menunjukan Barang bukti uang palsu pecahan Rp 50.000
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaporkan ke polisi calo nomor antrean di RSUD Tarakan, Jakarta Barat. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengungkapkan ada dua calo yang dilaporkan.

"Sudah ketangkap sama CCTV dan sudah dilaporkan ke polisi. Ada di RSUD Tarakan, ada dua orang," kata Koesmedi, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Adapun modus kecurangan mereka adalah dengan cara menjual nomor antrean pasien rawat jalan. Tiap nomor antrean dijual seharga Rp 50.000.

Dia menduga ada oknum dari internal rumah sakit yang bermain. Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun terus berkoordinasi dengan manajemen RSUD Tarakan.

"Karena di situ ada satpam. Kan dia harusnya tahu kenapa tiap hari jadi berobat di sini," kata Koesmedi.

Selain calon nomor antrean, sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menemukan petugas rumah sakit yang mengelabui pasien soal ketersediaan kamar inap.

Pasien akan diberi kamar jika memberi sejumlah uang. Koesmedi menjelaskan, pihaknya telah membangun sistem untuk mengetahui ketersediaan kamar di RSUD.

"Orang bisa lihat ada tempat tidur atau tidak melalui TV di depan rumah sakit, tapi sering TV itu dimatikan. Sekarang kami sudah tempel di Jakarta Smart City, jadi orang bisa lihat di situ," kata Koesmedi.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X