Kompas.com - 05/09/2016, 21:37 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Senin (5/9/2016) malam, sebanyak 13 kuasa hukum tersangka penyekapan Pondok Indah selesai mendampingi pemeriksaan dua kliennya, AJS dan S. Ketua tim pengacara, Apolos Jatabonga, hanya menegaskan bahwa yang terjadi pada Sabtu (3/9/2016) bukan merupakan upaya perampokan.

"Klien kami tidak melakukan perampokan, tetapi untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," kata Apolos di Mapolda Metro Jaya, Senin.

Namun, Apolos dan rekan-rekan enggan membeberkan masalah tersebut. Ia hanya menyebut masalah ini privasi kliennya dengan korban, dan baru akan diungkapkan setelah konfrontasi dengan kesaksian korban.

"Motif karena menyangkut privasi belum saatnya kami ungkapkan," ujarnya.

Apolos tidak menyebut jelas apakah masalah yang sedang diselesaikan terkait konflik pribadi ataukah masalah ekonomi. Ia menyebut antara korban dan pelaku merupakan sahabat dekat dan mulai bermasalah sejak setahun terakhir.

Terkait senjata yang dibawa pelaku, kuasa hukum mengakui memang ada pelanggaran pidana karena senjata tersebut tidak memiliki izin. Pengacara menolak kliennya melakukan intimidasi atau pemaksaan.

"Motifnya untuk kebaikan mendamaikan orang," kata Apolos.

AJS dan SU menyandera Asep Sulaiman dan keluarganya yang tinggal di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/9/2016) pagi. Aksi tersebut diketahui setelah salah satu warga mendengar teriakan meminta pertolongan dari pekerja rumah tangga (PRT) di tempat tinggal tersebut.

Sekitar pukul 10.30 WIB, salah seorang PRT berhasil melarikan diri dari penyanderaan setelah diminta untuk membuatkan mi. Petugas kepolisian akhirnya meringkus dua pelaku perampokan dan penyanderaan, pukul 14.14 WIB. Dua pelaku kini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Diduga, ada tiga orang lainnya yang terlibat dalam aksi ini dan masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian. (Baca: Penyekapan di Pondok Indah, Pengakuan Tersangka dan Korban Berbeda)

Kompas TV 2 Pelaku Perampokan Pondok Indah Berteman dari Kecil
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.