Djarot Ikut Sekolah Partai sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur DKI

Kompas.com - 10/09/2016, 23:09 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri sekolah partai PDI-P, di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, Jawa Barat, Sabtu (10/9/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat menghadiri sekolah partai PDI-P, di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, Jawa Barat, Sabtu (10/9/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto menjelaskan Djarot Saiful Hidayat mengikuti sekolah partai untuk dipersiapkan sebagai bakal calon wakil gubernur.

Djarot kini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan disebut-sebut akan kembali berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

"Pak Djarot kami sekolahkan sebgai bakal calon wakil gubernur, bukan gubernur," kata Hasto, di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, Jawa Barat, Sabtu (10/9/2016) malam.

Hal tersebut kembali diungkapkan Hasto saat konferensi pers bersama Djarot dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso. Saat itu, wartawan bertanya mengenai perkembangan proses pembahasan Pilkada DKI Jakarta 2017 oleh PDI-P.

Hasto menjawab, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang akan memutuskan segala mekanisme kepartaian atas Pilkada DKI.

"Tapi kalau bakal calon wakil gubernur, sudah jelas di sebelah kiri saya. Beliau sangat aktif sebagai peserta (sekolah partai)," kata Hasto sambil menunjuk ke arah Djarot. (Baca: PDI-P Tak Akan Usung Sandiaga Uno)

Sementara itu Djarot mengakui kalau dia mengikuti sekolah partai karena dipersiapan untuk menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. "Saya dua-duanya, (calon) pemimpin," kata Djarot.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Pesawat Kembali karena Gangguan Teknis, Lion Air Minta Maaf

Megapolitan
Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Wagub DKI: Jangan Hanya Lihat Penyebaran Kasus Covid-19, Lihat Juga Angka Kesembuhan

Megapolitan
Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar 'Rahasia Dapur'

Bisnis Gelap Lomba Lari Liar, Kucing-Kucingan dengan Polisi hingga Bongkar "Rahasia Dapur"

Megapolitan
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Kasus Pesta Seks Sejenis di Apartemen

Megapolitan
89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

89 Persen Kelurahan di Depok Zona Merah, Ini Datanya

Megapolitan
Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Tersisa 22 Persen Tempat Tidur Isolasi dan 19 Persen Tempat Tidur ICU bagi Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

[POPULER JABODETABEK] Bahaya di Balik Manisnya Bola-bola Boba | Kabur dari Lapas, Cai Changpan Sempat ke Rumahnya

Megapolitan
Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Sederet Fakta Baru Kaburnya Terpidana Mati Cai Changpan dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Warga DKI Cari Hiburan ke Bodetabek saat PSBB, Wagub: Itu Konsekuensi

Megapolitan
Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Kafe di Bekasi Bandel soal Protokol Kesehatan, Longgarnya Pengawasan Pemkot?

Megapolitan
Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Sempat Zona Oranye, Depok Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

UPDATE 29 September: Bertambah 130 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 1.275 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta dan Bogor Cerah

Megapolitan
Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X