Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/09/2016, 11:58 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menggelar prarekonstruksi kasus dugaan perampokan di rumah mantan wakil direktur utama PT Exxon Mobil, Asep Sulaiman. Prarekonstruksi tersebut pertama kali dilakukan di Rumah Sakit Qodr, Karawaci, Selasa (13/9/2016).

Dalam prarekonstruksi tersebut dihadiri oleh kelima tersangka yakni, AJS, SU, RHN, SAS, dan S alias CH. Di rumah sakit tersebut, kelima tersangka memeragakan 21 adegan.

"Jadi mereka di sini berkumpul dan AJS memberi tahu tugas para tersangka lainnya dalam perampokan di rumah Pak Asep," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan di lokasi.

Dari prarekonstruksi ini, Hendy mengatakan, ditemukan fakta baru adanya dua senjata api yang digunakan para pelaku dalam perampokan tersebut. Ternyata, selain AJS yang membawa senjata api, dalam perampokan tersebut SU juga dipersenjatai oleh AJS.

"Senjata satu lagi berjenis Revolver. Jadi saat di parkiran rumah sakit, AJS memberikan senjata api kepada SU," ucapnya.

Hendy menjelaskan, senjata yang AJS berikan ke SU sampai saat ini belum ditemukan. Rencananya, pihaknya akan meminta bantuan kepada Tim Gegana Polda Metro Jaya untuk melakukan pencarian senjata api tersebut.

Kelima tersangka berkumpul di Rumah Sakit Qodr, Karawaci pada Jumat (2/9/2016) sekitar pukul 21.00 WIB. Di lokasi tersebut, selain AJS memberikan senjata api ke SU, AJS juga memberi arahan kepada tersangka lainnya mengenai tugas mereka dalam perampokan tersebut.

AJS juga di lokasi itu memerintahkan S alias CH untuk menggambar rumah korbannya. Dalam aksi tersebut, AJS dan SU bertugas masuk ke rumah korban, RHN bertugas untuk mengendarai mobil, SAS dan S alias CH memantau situasi di luar rumah korbannya.

AJS dan SU menyandera Asep Sulaiman dan keluarganya yang tinggal di Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/9/2016) pagi. Aksi tersebut diketahui setelah salah seorang warga mendengar teriakan meminta pertolongan dari pekerja rumah tangga (PRT) di tempat tinggal tersebut.

Sekitar pukul 10.30 WIB, salah seorang PRT berhasil melarikan diri dari penyanderaan setelah diminta untuk membuatkan mi. Petugas kepolisian akhirnya meringkus dua pelaku perampokan dan penyanderaan pada pukul 14.14 WIB hari itu. 

Kompas TV Polisi Tangkap 2 Pelaku Penyanderaan di Pondok Indah
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bareskrim Polri Telusuri Penyebab Kasus Gagal Ginjal Akut yang Kembali Telan Korban Jiwa di Jakarta

Bareskrim Polri Telusuri Penyebab Kasus Gagal Ginjal Akut yang Kembali Telan Korban Jiwa di Jakarta

Megapolitan
Gempa Terkini M 5,2 Guncang Binuangeun Banten, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Terkini M 5,2 Guncang Binuangeun Banten, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Megapolitan
Suplai Air Bersih di Kemayoran Sempat Terhenti Jelang Era Swastanisasi Berakhir

Suplai Air Bersih di Kemayoran Sempat Terhenti Jelang Era Swastanisasi Berakhir

Megapolitan
Update BMKG: Gempa di Banten Magnitudo 5,2, Tak Berpotensi Tsunami

Update BMKG: Gempa di Banten Magnitudo 5,2, Tak Berpotensi Tsunami

Megapolitan
Saat Jaksa Berdebat Sengit dengan Hotman Paris Tolak Eksepsi Teddy Minahasa...

Saat Jaksa Berdebat Sengit dengan Hotman Paris Tolak Eksepsi Teddy Minahasa...

Megapolitan
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Bayah Banten, Terasa sampai Jakarta

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Bayah Banten, Terasa sampai Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Akhirnya Minta Maaf dan Akui Salah Tetapkan Hasya Tersangka...

Polda Metro Akhirnya Minta Maaf dan Akui Salah Tetapkan Hasya Tersangka...

Megapolitan
Sosok Bripka Madih yang Disebut Tak Ramah dan Bikin Resah Tetangga, Akhirnya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Sosok Bripka Madih yang Disebut Tak Ramah dan Bikin Resah Tetangga, Akhirnya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Saat Infrastruktur Pendukung JIS Jadi Sorotan Usai Penonton Konser Dewa 19 Misuh-misuh

Saat Infrastruktur Pendukung JIS Jadi Sorotan Usai Penonton Konser Dewa 19 Misuh-misuh

Megapolitan
Sejumlah Catatan dan Janji Heru Budi Perbaiki Infrastruktur JIS Usai Konser Dewa 19...

Sejumlah Catatan dan Janji Heru Budi Perbaiki Infrastruktur JIS Usai Konser Dewa 19...

Megapolitan
Soal Konser Dewa 19 di JIS, Penonton: Penampilan Bagus Tertutup Kurangnya Kesiapan Infrastruktur

Soal Konser Dewa 19 di JIS, Penonton: Penampilan Bagus Tertutup Kurangnya Kesiapan Infrastruktur

Megapolitan
Kronologi Pegawai RamenYA Ditonjok Ojol, Berawal dari Salah Ambil Pesanan

Kronologi Pegawai RamenYA Ditonjok Ojol, Berawal dari Salah Ambil Pesanan

Megapolitan
Pegawainya Ditonjok Pengemudi Ojol, RamenYA Belum Bisa Cek CCTV

Pegawainya Ditonjok Pengemudi Ojol, RamenYA Belum Bisa Cek CCTV

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Pagi hingga Sore

Megapolitan
Fakta Terbaru Kasus Ecky Mutilasi Angela, dari Simpan Potongan Jasad 3 Tahun hingga Motif Kuasai Harta

Fakta Terbaru Kasus Ecky Mutilasi Angela, dari Simpan Potongan Jasad 3 Tahun hingga Motif Kuasai Harta

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.