Kompas.com - 20/09/2016, 06:24 WIB
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso menghadirkan ahli psikologi Agus Mauludi pada Senin (19/9/2016) malam.

Dalam kesaksian awalnya, Agus banyak menyinggung tentang kebiasaan seseorang yang tidak bisa semata-mata dibandingkan dengan kebiasaan orang lain pada umumnya.

"Harus ada studi, apakah yang umumnya dilakukan oleh seseorang ketika sedang menunggu itu. Mungkin, ke depannya, harus ada survei apakah saat menunggu itu rata-rata orang main gadget. Soal close bill juga, kalau di luar negeri dia terbiasa begitu, bagaimana? Di sini juga ada yang close bill dulu sebelum makan, contohnya Bakmi GM," kata Agus di hadapan majelis hakim.

Pernyataan tentang menunggu, bermain gadget, hingga close bill merujuk pada poin-poin keterangan ahli psikologi terdahulu, Sarlito Wirawan Sarwono. Sarlito menekankan, setidaknya, tiga hal tersebut merupakan sesuatu yang mencurigakan dari Jessica, dilihat dari rekaman CCTV Kafe Olivier.

Namun, semuanya itu dibantah Agus. Dia tetap berpendapat, harus ada studi untuk membuktikan hal tersebut.

"Kalau enggak ada studi, hanya asumsi," tutur Agus.

Salah satu jaksa penuntut umum (JPU), Hari Wibowo, kemudian menanyakan bagaimana pendapat Agus tentang pernyataan Jessica yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Hari ingin tahu, apakah pernyataan tersebut bisa memperlihatkan bahwa Jessica benar memiliki niat untuk membunuh Mirna atau tidak.

"Dalam BAP, terdakwa bilang, 'Kalau saya enggak pulang ke Indonesia, Mirna enggak mati.' Menurut keilmuan saudara, apa artinya itu?" tanya Hari.

Menanggapi pertanyaan Hari, Agus mengungkapkan, ada banyak alasan seseorang mengucapkan hal seperti itu. Alasan itu terlepas dari keinginan seseorang untuk membunuh.

"Bisa saja dia ngomong begitu karena menyesali dirinya sendiri, ada banyak alasannya," ucap Agus. (Baca: Persidangan Perkara Jessica Dianggap Gaduh)

Sidang untuk mengadili Jessica pada hari Senin berakhir pukul 23.15 WIB. Ketua Majelis Hakim Kisworo menunda sidang hingga hari Rabu (21/9/2016) pukul 09.00 WIB. Agendanya masih sama, yakni mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan pihak Jessica.

Kompas TV Otto Hasibuan: Pemeriksaan Psikologi Perlu Metodologi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koalisi Masyarakat Sebut Hakim di Malaysia Tak Berpihak pada Pekerja Migran Korban Kekerasan

Koalisi Masyarakat Sebut Hakim di Malaysia Tak Berpihak pada Pekerja Migran Korban Kekerasan

Megapolitan
Koalisi Masyarakat Demo Kedubes Malaysia Buntut Pembebasan Majikan Pembunuh Adelina Lisao

Koalisi Masyarakat Demo Kedubes Malaysia Buntut Pembebasan Majikan Pembunuh Adelina Lisao

Megapolitan
Dalam 2 Hari, Polisi Tangkap 6 Remaja yang Hendak Tawuran di Jakarta Pusat

Dalam 2 Hari, Polisi Tangkap 6 Remaja yang Hendak Tawuran di Jakarta Pusat

Megapolitan
Anies Tegaskan Perubahan Nama Jalan Tidak Bebani Warga, Termasuk soal Biaya

Anies Tegaskan Perubahan Nama Jalan Tidak Bebani Warga, Termasuk soal Biaya

Megapolitan
Seorang Anak Dilecehkan Pria Tak Dikenal di Mal di Bintaro

Seorang Anak Dilecehkan Pria Tak Dikenal di Mal di Bintaro

Megapolitan
Pemprov Jabar Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 1 Juli 2022, Simak Rinciannya

Pemprov Jabar Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 1 Juli 2022, Simak Rinciannya

Megapolitan
Hotman Paris Jelaskan Asal Munculnya Promosi Muhammad-Maria, Akui Hal Itu Tidak Sensitf

Hotman Paris Jelaskan Asal Munculnya Promosi Muhammad-Maria, Akui Hal Itu Tidak Sensitf

Megapolitan
PPDB Dimulai Hari Ini, Berikut Aturan Memilih SMPN di Kota Tangerang

PPDB Dimulai Hari Ini, Berikut Aturan Memilih SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
Dimulai Senin Ini, Simak Syarat Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Dimulai Senin Ini, Simak Syarat Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
Dimulai Hari Ini, Simak Cara Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Dimulai Hari Ini, Simak Cara Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkapnya

PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkapnya

Megapolitan
Hotman Paris Angkat Bicara soal Promo Muhammad-Maria, Beri Penjelasan kenapa Pimpinan Holywings Tak Ikut Dijerat Polisi

Hotman Paris Angkat Bicara soal Promo Muhammad-Maria, Beri Penjelasan kenapa Pimpinan Holywings Tak Ikut Dijerat Polisi

Megapolitan
Sambut 413 Jemaah Haji di Asrama Bekasi, Ridwan Kamil: Jangan Mikirin Kampung Halaman, Fokus di Tanah Suci

Sambut 413 Jemaah Haji di Asrama Bekasi, Ridwan Kamil: Jangan Mikirin Kampung Halaman, Fokus di Tanah Suci

Megapolitan
Cerita Ibu yang Viral di Media Sosial karena Suarakan Legalisasi Ganja Medis di CFD

Cerita Ibu yang Viral di Media Sosial karena Suarakan Legalisasi Ganja Medis di CFD

Megapolitan
PT Transjakarta Kembali Aktifkan Rute Tanjung Priok-Blok M dan Kebayoran Lama-Tanah Abang

PT Transjakarta Kembali Aktifkan Rute Tanjung Priok-Blok M dan Kebayoran Lama-Tanah Abang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.