Ahok Sebut Kontraktor Berperan pada Banjir di Jakarta

Kompas.com - 20/09/2016, 16:34 WIB
Geangan yang muncul di Blok B Balai Kota DKI Jakarta pasca hujan yang mengguyur kawasan tersebut, Senin (19/9/2016) siang. Alsadad RudiGeangan yang muncul di Blok B Balai Kota DKI Jakarta pasca hujan yang mengguyur kawasan tersebut, Senin (19/9/2016) siang.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa wilayah di Ibu Kota terendam banjir seusai diguyur hujan deras pada Senin (19/2/2016) kemarin. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berdalih, banjir yang masih terjadi tersebut disebabkan ulah kontraktor.

"Hampir semua daerah banjir gara-gara galian ditutup kontraktor. Makanya, salurannya selalu begitu," kata Ahok, di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (20/9/2016).

Dia menyebut, Pemprov DKI Jakarta telah berupaya menormalisasi saluran penghubung. Hanya, saluran penghubung tersebut tertutup kembali dengan pengerjaan proyek.

Contohnya di Balai Kota DKI Jakarta. Senin kemarin, beberapa ruang kerja di Balai Kota terendam banjir. Hal itu disebabkan oleh saluran yang tertutup puing pengerjaan pembangunan Blok F Balai Kota DKI Jakarta.

"Di Jakarta atasi banjir sederhana, air turun dari Selatan ke Utara. Dulu yang ditakuti (aliran air dari) Bendung Katulampa ke Manggarai, pernah enggak sekarang banjir?" kata Ahok.

Konsep Ahok dalam menangani banjir di Jakarta adalah dengan membersihkan 1.186 saluran penghubung dari tumpukan sampah, kemudian membangun tanggul di pantai utara Jakarta untuk menanggulangi rob.

"Kami sekarang kerjain tanggul 3,8 meter. Kalau rob di atas 3,8 meter dan pompa enggak jalan, banjir," kata Ahok.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Megapolitan
Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Dudung Abdurachman, Loper Koran Jadi Jenderal

Megapolitan
UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

UPDATE 24 November: Naik Terus, Jumlah Pasien Covid-19 di Depok 1.823 Orang

Megapolitan
UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

UPDATE 24 November: Bertambah 20 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 2.400

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Hujan Hari Ini

Megapolitan
Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Perkantoran Disebut Lokasi Rawan Pelanggaran Prokes

Megapolitan
Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:12

Megapolitan
Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Agustinus Panjat Tower Baliho Lagi, Polisi Sebut Itu Upaya Cari Sensasi

Megapolitan
1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

1 Camat dan 1 Kepala Dinas di Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Update 24 November: 273 Pasien Positif Covid-19 di Kota Tangerang Masih Dirawat

Megapolitan
Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Anies: Pengerukan Waduk Pondok Ranggon Capai 80 Persen

Megapolitan
Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Simpan Rp 800 Juta Uang Palsu Siap Edar, 2 Lansia Ditangkap

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp 1,5 Miliar Denda dari Pelanggar Prokes

Megapolitan
Warga Tak Kooperatif, Polisi Sulit Cari Pelaku Tawuran di Johar Baru

Warga Tak Kooperatif, Polisi Sulit Cari Pelaku Tawuran di Johar Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X