Kompas.com - 20/09/2016, 19:48 WIB
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Meski surat peringatan ketiga (SP-3) untuk warga Bukit Duri menyatakan dalam waktu 1x24 jam Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan akan menertibkan bangunan milik warga, Kasatpol PP Jakarta Selatan Ujang Hermawan mengatakan penertiban baru akan dilaksanakan pada pekan depan.

“Kami masih memberi kesempatan kepada warga untuk membongkar sendiri rumahnya. Demikian pula dengan warga yang belum mau pindah ke rusunawa. Masih kami beri kesempatan,” kata Ujang melalui pernyataan tertulis, Selasa (20/9/2016).

Hari ini, SP-3 telah dilayangkan untuk 170 pemilik rumah di RW 09, 10, 11, dan 12. Pemberian SP-3 itu menuai penolakan dari sejumlah warga.

Bukit Duri dipastikan akan ditertibkan meski penerbitan surat peringatannya sempat tertunda di tengah gugatan PN Jakarta Pusat dan PTUN.

Pemkot Administrasi Jakarta Selatan baru akan menggelar rapat teknis penertiban pada pekan depan. Hingga awal September ini, 290 KK telah bersedia direlokasi dan mengambil kunci Rusunawa Rawa Bebek. Camat Tebet Mahludin mengatakan masih ada 94 pemilik bidang yang belum mengambil unit rusun tersebut.

"Kami masih buka pendaftaran rusun, bisa mendaftar ke kelurahan, kami akan bantu pindahannya," ujar Mahludin.

Kompas TV 80 Keluarga Bukit Duri Masih Bertahan di Permukiman
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Permukiman Padat Penduduk di Pekojan Tambora Terbakar, Pemadaman Sempat Terkendala Jalan Sempit

Permukiman Padat Penduduk di Pekojan Tambora Terbakar, Pemadaman Sempat Terkendala Jalan Sempit

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Wartawan hingga Tewas di Kramatjati, Pelaku Sakit Hati Ditegur karena Kencing Sembarangan

Kronologi Pengeroyokan Wartawan hingga Tewas di Kramatjati, Pelaku Sakit Hati Ditegur karena Kencing Sembarangan

Megapolitan
2 Pekerja Bangunan Proyek Revitalisasi GOR Mampang Prapatan Tewas Diduga Terjatuh dari Lantai 2

2 Pekerja Bangunan Proyek Revitalisasi GOR Mampang Prapatan Tewas Diduga Terjatuh dari Lantai 2

Megapolitan
Ada Potensi Konflik Warga Dukuh Atas dengan Kelompok Kecil di 'Citayam Fashion Week'

Ada Potensi Konflik Warga Dukuh Atas dengan Kelompok Kecil di "Citayam Fashion Week"

Megapolitan
Dua Dalang Pembunuhan Wartawan di Kramat Jati Diringkus, Bermula Dendam Ditegur karena Kencing Sembarangan

Dua Dalang Pembunuhan Wartawan di Kramat Jati Diringkus, Bermula Dendam Ditegur karena Kencing Sembarangan

Megapolitan
Polisi Tangkap Satu Lagi Pengeroyok Wartawan hingga Tewas di Kramatjati, Satu Orang Masih Buron

Polisi Tangkap Satu Lagi Pengeroyok Wartawan hingga Tewas di Kramatjati, Satu Orang Masih Buron

Megapolitan
Permukiman Padat Penduduk di Pekojan Tambora Terbakar, 90 Petugas Pemadam Dikerahkan

Permukiman Padat Penduduk di Pekojan Tambora Terbakar, 90 Petugas Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Banding UMP DKI, Anies Minta Hakim Pertimbangkan Stabilitas hingga Rasa Damai

Banding UMP DKI, Anies Minta Hakim Pertimbangkan Stabilitas hingga Rasa Damai

Megapolitan
Ajuan Banding atas UMP DKI, Anies: Tunggu Putusannya di PTUN

Ajuan Banding atas UMP DKI, Anies: Tunggu Putusannya di PTUN

Megapolitan
F-PDIP DKI Jakarta Desak Pemprov Segera Buka Hasil Audit Formula E

F-PDIP DKI Jakarta Desak Pemprov Segera Buka Hasil Audit Formula E

Megapolitan
BERITA FOTO: Sembako Bantuan Sosial Presiden Dikubur di Depok

BERITA FOTO: Sembako Bantuan Sosial Presiden Dikubur di Depok

Megapolitan
Sembako Bantuan Presiden Dikubur di Depok sejak 2020, Ini Pengakuan Penggali Tanahnya

Sembako Bantuan Presiden Dikubur di Depok sejak 2020, Ini Pengakuan Penggali Tanahnya

Megapolitan
Biaya Retribusi Kios Pedagang Hewan di Pasar Barito Dipastikan Tak Naik Setelah Revitalisasi

Biaya Retribusi Kios Pedagang Hewan di Pasar Barito Dipastikan Tak Naik Setelah Revitalisasi

Megapolitan
Soal Timbunan Beras Bantuan Presiden di Depok, Penggali Lubang: Awalnya Diminta Buat 'Septic Tank'

Soal Timbunan Beras Bantuan Presiden di Depok, Penggali Lubang: Awalnya Diminta Buat "Septic Tank"

Megapolitan
Viral Video Bocah Main Sambil Bawa Ranting di Jalur Transjakarta Jembatan Besi, Ini Penjelasannya

Viral Video Bocah Main Sambil Bawa Ranting di Jalur Transjakarta Jembatan Besi, Ini Penjelasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.