Kompas.com - 23/09/2016, 08:40 WIB
Relawan Kahfi Dirga CahyaRelawan "Jakarta Satu" merekomendasikan nama Boy Sadikin ke DPP PDI-P untuk jadi calon gubernur DKI Jakarta, Jakarta, Jumat (19/8/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamis siang (22/9/2016), Boy Sadikin tergopoh-gopoh keluar dari rumahnya sambil menenteng selembar surat untuk DPD dan DPP PDI-P. Sebelum masuk mobilnya, Boy memberi tahu bahwa ia dan kawannya Denny Iskandar akan menuju rumah salah satu anak Presiden Soekarno.

Keluarga Soekarno dengan Ali Sadikin memang diakui memiliki hubungan baik setelah keduanya lama tutup usia.

Namun Pilkada DKI Jakarta 2017, membelah pilihan putri Soekarno, Megawati dengan putra Ali Sadikin, Boy Bernard Sadikin.

"Saya dibesarkan oleh PDI-P, saya harus hormatin itu makanya saya baik-baik kirim surat. Ya, mengundurkan diri karena sudah beda," katanya. Pengunduran diri Boy Sadikin dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menyusul keputusan PDI-P untuk mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama atau dan Djarot Saiful Hidayat.

Boy menuturkan serentet alasan mengapa ia tak bisa mendukung Ahok. Selain karena merasa bahwa Ahok bermain isu SARA dan mengeluarkan banyak kebijakan yang tak disetujuinya, Boy tersinggung dengan beberapa ucapan Ahok yang memojokkan ayahnya.

"Dia ribut sama JJ Rizal mengenai daerah resapan, dia bilang Ali Sadikin. Lah emangnya gubernur DKI cuma Ali Sadikin? Ada perubahan peruntukan mari periksa dong. Dia megang jabatan sebagai gubernur harus menanggung risiko. Dia tahu kan, dia bersedia menerima jabatan itu? Jadi enggak usah menyalahkan dong," katanya gusar.

Selain itu, Boy juga tersinggung soal ucapan Ahok soal keberadaan bir di Ibu Kota. Mengenai saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta (produsen dan distributor bir), Ahok mempersilakan agar hal itu ditanyakan kepada ayah Boy Sadikin.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nah dia enggak tau sejarahnya. Delta (PT Delta Djakarta) itu kan perusahaan Belanda, diambil alih dong oleh DKI. Dan bapak ambil saham untuk bisa mengontrol peredarannya," katanya.

Boy lantas meminta Ahok agar jangan mencari kesalahan pemimpin terdahulu. Sebab hal itu tidak pernah dilakukan oleh ayahnya selama 11 tahun menjabat gubernur.

Tak kurang dari 24 jam setelah PDI-P mendeklarasikan dukungannya untuk Ahok, Boy pun menyampaikan kekecewaannya ke calon penantang Ahok, Sandiaga Uno. Sandiaga yang tengah gundah menanti kepastian pencalonannya, membawa Boy untuk bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Rabu sore (21/9/2016).

Halaman:
Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 di Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama, RS Nyaris Penuh dalam 2 Pekan Saja

Covid-19 di Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama, RS Nyaris Penuh dalam 2 Pekan Saja

Megapolitan
Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Megapolitan
Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Megapolitan
Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Megapolitan
Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Megapolitan
Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Megapolitan
Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Pemuda di Taman Sari

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Pemuda di Taman Sari

Megapolitan
Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Ratusan Polisi Tidur Tak Sesuai Aturan di Jakbar Akan Dibongkar jika Tak Diperbaiki

Megapolitan
120 Orang Ikut Tes Swab Antigen di Stasiun KRL, 6 Reaktif Covid-19

120 Orang Ikut Tes Swab Antigen di Stasiun KRL, 6 Reaktif Covid-19

Megapolitan
25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

25 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel Hari Ini, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X