Kompas.com - 25/09/2016, 17:26 WIB
Direktur Eksekutif LIMA Indonesia Ray Rangkuti dalam sebuah acara diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraDirektur Eksekutif LIMA Indonesia Ray Rangkuti dalam sebuah acara diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7/2016)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatkan, hal-hal berbau rasis dan menyinggung agama tertentu selama ini melekat kuat menjelang kontestasi politik, baik itu Pemilihan Umum maupun Pemilihan Kepala Daerah.

Ray tak ingin isu-isu tersebut menjadi budaya di masyarakat. Dengan demikian, ia berharap ada hal-hal yang yang bisa ditonjolkan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 selain isu SARA.

"Mudah-mudahan empat bulan ke depan lebih perdebatan substantif materi apa dan bagaimana DKI Jakarta nantinya," ujar Ray dalam diskusi di Jakarta, Minggu (25/9/2016).

Para kandidat diminta lebih kencang menggodok visi dan misi mereka serta mengangkat isu yang lebih bermanfaat untuk publik.

Misalnya, kata Ray, mengenai pembenahan birokrasi. Para kandidat memunculkan ide mereka ke masyarakat bagaimana rupa birokrasi di tangan mereka.

"Kemudian soal isu reklamasi. Kalau Ahok jelas setuju dengan reklamasi. Sementara dua kandidat lain belum tahu," kata Ray.

Isu yang tak kalah penting untuk dielaborasi yakni soal penggusuran dan relokasi. Hal tersebut pastinya memunculkan pro dan kontra, sehingga para kandidat memerlukan kemampuan membaca keinginan publik terkait hal tersebut.

Hal lainnya yaitu soal banjir dan kemacetan, hal klasik yang masih menjadi permasalahan utama Jakarta.

Menurut Ray, untuk aspek ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat lebih unggul karena pengalamannya menangani Jakarta sudah terlihat.

Begitu pula soal transparansi, masyarakat Jakarta sudah melihat bagaimana kerja Ahok-Djarot selama memimpin Jakarta, terutama dengan program e-budgeting.

"E-budgeting ini sudah jadi standar di daerah-daerah untuk diterapkan," kata Ray.

"Kami harap warga DKI Jakarta menggiring isunya ke sini aja. Berhenti bicarakan kalau orang ini kafir dan sebagainya," lanjut dia.

Kompas TV Ini Para Bakal Calon yang Tersisih di Pilkada Jakarta 2017

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

Megapolitan
12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Megapolitan
Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Megapolitan
Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.