Penjelasan Kapolri soal Krishna Murti dan Dua Perempuan yang Diisukan

Kompas.com - 26/09/2016, 17:48 WIB
Alice Wara ketika diwawancarai oleh media terkait isu dugaan penganiayaan oleh Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti, di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2016). Dokumentasi Kompas.comAlice Wara ketika diwawancarai oleh media terkait isu dugaan penganiayaan oleh Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti, di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya telah memeriksa Kombes Krishna Murti dan dua perempuan yang dikaitkan dengan isu penganiayaan. Dari hasil pemeriksaan sementara, Krishna membantah adanya penganiayaan dan hubungan dengan dua perempuan itu.

"Sementara dalam pemeriksaan yang bersangkutan enggak pernah melakukan kekerasan, dan tidak ada hubungannya dengan anak yang ada di video. Perempuannya udah kami periksa, menyatakan keterangan yang sama, perempuan satu lagi juga sama, tidak ada penganiayaan," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/9/2016).

Perempuan yang dimaksud adalah Alice Wara, pemilik video yang menunjukkan Krishna Murti dengan anaknya. Terkait dugaan apakah anak dalam video adalah anak Krishna, Tito mengatakan tidak ada tes DNA.

"Dari perempuannya tidak mau karena merasa itu privasinya dia," kata Tito. (Baca: Divisi Propam Dalami Video Krishna Murti dengan Bayi dan Panggilan "Papa")

Sebelumnya, Alice mengakui bahwa ia menyebut Krishna dengan "Papa" di depan anaknya sebab anaknya baru belajar bicara. Ia sendiri tak tahu bagaimana video itu bisa sampai ke Paminal Polri dan beredar di masyarakat.

Video itu diambilnya tahun lalu di Hotel Aston saat mengonsultasikan masalahnya ke Krishna.

"Kesalahan saya terbesar adalah saya merekam satu video tanpa sepengetahuan Pak Krishna, ini tidak lain hanya sebagai bentuk kebanggaan saya melihat seorang seperti Bapak Krishna mau bermain dengan anak saya," katanya beberapa waktu lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X