Kompas.com - 28/09/2016, 06:24 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin akan memasuki tahap pemeriksaan terhadap terdakwa, yaitu Jessica Kumala Wongso, pada hari Rabu (28/9/2016) ini.

Majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan, sidang pemeriksaan Jessica dimulai tepat pukul 09.00 WIB pagi ini. Dari 20 lebih persidangan sebelumnya, telah dihadirkan belasan orang saksi fakta maupun saksi ahli dari pihak jaksa penuntut umum dan kuasa hukum Jessica.

Saksi fakta kebanyakan merupakan orang yang berada di kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, tempat Mirna meminum es kopi vietnam dan kemudian kejang-kejang lalu meninggal pada 6 Januari 2016. Jessica yang membelikan es kopi tersebut.

Sementara saksi ahli yang memberikan keterangan rata-rata memiliki keahlian dalam bidang kedokteran forensik, toksikologi, patologi, digital, hingga ahli hukum pidana. Saksi ahli dari penuntut umum berpandangan Jessica sebagai orang yang sangat berpotensi meracuni Mirna dengan sianida.

Sebaliknya, saksi ahli yang dihadirkan kuasa hukum Jessica justru meragukan Mirna meninggal karena keracunan sianida serta tidak ada bukti Jessica yang meracun Mirna.

Semua teori dan dasar pemikiran para saksi ahli sudah diungkapkan di hadapan majelis hakim.

Kini, tiba saatnya Jessica menjawab pertanyaan yang nanti akan diajukan oleh penuntut umum, kuasa hukum, sampai majelis hakim.

Salah satu kuasa hukum Jessica, Hidayat Bostam, mengatakan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Jessica sebelum menjalani sidang hari ini.

Sampai sekarang, Jessica membantah dirinya yang meracuni Mirna yang merupakan temannya sendiri.

"Kami tetap yakin, klien kami tidak bersalah. Saat sidang nanti, jaksa harus bisa membuktikan keyakinan mereka itu. Jessica juga tidak ada persiapan atau arahan apapun dari kami, biar berjalan saja," kata Hidayat.

Jessica didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Mirna dengan cara meracuni es kopi vietnam yang dia pesankan untuk Mirna. Dia dikenakan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

Rencananya, majelis hakim akan memberikan putusan pada 21 Oktober 2016. Jika putusan diberikan melebihi batas waktu tersebut, majelis hakim akan terkena sanksi. Sanksi dapat dikenakan karena putusan harus diberikan maksimal sepuluh hari sebelum masa tahanan terdakwa dalam sebuah perkara habis.

Masa tahanan Jessica di Rutan Pondok Bambu akan habis pada 3 November 2016.

Kompas TV Besok Jessica Wongso Diperiksa sebagai Terdakwa
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Polisi Sebut Para Pelaku Aniaya Adik Kelas

Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Polisi Sebut Para Pelaku Aniaya Adik Kelas

Megapolitan
UPDATE 28 Juni: Tambah 110 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 865 Pasien Dirawat

UPDATE 28 Juni: Tambah 110 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 865 Pasien Dirawat

Megapolitan
Ini Tanggapan Manajemen Holywings Setelah 'Outlet' di Jakarta Disegel

Ini Tanggapan Manajemen Holywings Setelah "Outlet" di Jakarta Disegel

Megapolitan
3 Fakta Penangkapan DJ Joice Saat Pesta Narkoba di Kamar Kos Kawasan Kemang

3 Fakta Penangkapan DJ Joice Saat Pesta Narkoba di Kamar Kos Kawasan Kemang

Megapolitan
UPDATE 28 Juni: Tambah 53 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

UPDATE 28 Juni: Tambah 53 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

Megapolitan
Tandon Air Proyek LRT Jebol hingga Lukai 5 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Tandon Air Proyek LRT Jebol hingga Lukai 5 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Megapolitan
Ribetnya Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Kasihan Emak-emak yang Gaptek

Ribetnya Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Kasihan Emak-emak yang Gaptek

Megapolitan
Khawatir Wabah PMK, Pedagang di Tangsel Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Khawatir Wabah PMK, Pedagang di Tangsel Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Kebingungan Karyawan Holywings | Satpol PP Segel 12 'Outlet' Holywings di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Cerita Kebingungan Karyawan Holywings | Satpol PP Segel 12 "Outlet" Holywings di Jakarta

Megapolitan
Pemkot Sebut Holywings Bekasi Tak Punya Izin Penjual Langsung Minuman Beralkohol

Pemkot Sebut Holywings Bekasi Tak Punya Izin Penjual Langsung Minuman Beralkohol

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan-Cerah Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan-Cerah Sepanjang Hari

Megapolitan
7 Tempat Wisata di Jakarta Timur

7 Tempat Wisata di Jakarta Timur

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Juli 2022

Megapolitan
6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan

6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Juli 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.