Buruh Temui Perwakilan KPK dan Tanyakan Kasus Sumber Waras

Kompas.com - 29/09/2016, 18:01 WIB
Kompas.com/Robertus Belarminus Para buruh yang berunjuk rasa tiba di gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2016). Tiba di KPK, lima perwakilan buruh masuk ke dalam gedung KPK menemui pejabat KPK.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para buruh yang berunjuk rasa tiba di gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2016). Tiba di KPK, lima perwakilan buruh masuk ke dalam gedung untuk menemui perwakilan KPK dan menyampaikan aspirasi.

Pantauan Kompas.com, pukul 16.30, para buruh tiba di depan gedung baru KPK dengan pengawalan aparat gabungan polisi, TNI, dan Satpol PP. Jumlah massa buruh yang datang tidak sebanyak saat berunjuk rasa di Jakarta Pusat, pada siang tadi.

Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi menyatakan, lima perwakilan buruh akan menemui pejabat KPK untuk menanyakan dua hal. Pertama mengenai Tax Amnesty atau pengampunan pajak. Kebijakan itu dinilai menguntungkan pengusaha.


Hal kedua, yakni menanyakan kasus pembelian lahan RS Sumber Waras yang dinilai berkaitan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Rusdi berpandangan kasus itu janggal karena pembayaran yang dilakukan Pemprov DKI untuk membeli lahan rumah sakit tersebut dilakukan pada malam hari.

"Kita tidak ingin gubernur Jakarta adalah gubernur yang korup," ujar Rusdi.

Beberapa menit kemudian, Rusdi dan lima perwakilan buruh masuk ke dalam Gedung KPK. Belum diketahui perwakilan dari KPK yang menerima lima perwakilan buruh itu. Sementara massa buruh lainnya menunggu di luar dengan pengawalan aparat gabungan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorIndra Akuntono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Megapolitan
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Megapolitan
Close Ads X