Polisi Fasilitasi Pertemuan Pengemudi Go-Jek dengan Nadiem Makarim

Kompas.com - 03/10/2016, 16:27 WIB
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Tubagus Ade Hidayat di hadapan massa demo Go-Jek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016). Nibras Nada NailufarKapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Tubagus Ade Hidayat di hadapan massa demo Go-Jek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 20 perwakilan pengemudi Go-Jek yang berunjuk rasa diperbolehkan masuk ke dalam Kantor Go-Jek Indonesia Jalan Kemang Selatan, Senin (3/10/2016).

Mereka membuat perjanjian pertemuan dengan manajeman PT Go-Jek Indonesia.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, pertemuan antara perwakilan pengemudi Go-Jek dan CEO PT Go-Jek Nadiem Makarim akan dilangsungkan pada Selasa (4/10/2016) besok di Markas Polda Metro Jaya.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Ribuan pengemudi Go-Jek melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor manajemen PT Go-Jek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016). Mereka menuntut PT Go-Jek Indonesia untuk menghapus performa, membuat payung hukum yang independen dari keluhan pengemudi, transparansi dalam setiap kebijakan, menstabilkan sistem menjadi lebih baik dan memberikan kebijakan tarif yang rasional untuk semua pengemudi se-Indonesia.
"Karena Pak Nadiem baru kembali nanti malam, maka besok jam 13.00 di Polda Metro Jaya lantai 3 Biro Operasi," kata Ade di lokasi, Senin (3/10/2016).

(Baca juga: Nadiem Makarim Tidak Datang, Pengemudi Go-Jek yang Demo Diminta Bubar)

Pihak kepolisian akan memfasilitasi dan mengajak 20 orang perwakilan pengemudi dari masing-masing wilayah untuk datang.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Ribuan pengemudi Go-Jek melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor manajemen PT Go-Jek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016). Mereka menuntut PT Go-Jek Indonesia untuk menghapus performa, membuat payung hukum yang independen dari keluhan pengemudi, transparansi dalam setiap kebijakan, menstabilkan sistem menjadi lebih baik dan memberikan kebijakan tarif yang rasional untuk semua pengemudi se-Indonesia.
Ade berharap, akan ada solusi yang dihasilkan dan menguntungkan kedua belah pihak.

Para demonstran sendiri berangsur-angsur meninggalkan lokasi unjuk rasa.

Beberapa pengunjuk rasa masih bertahan untuk rapat dengan perwakilan yang dibolehkan masuk ke dalam Kantor Go-Jek Indonesia.

Arus lalu lintas sekitar Kantor Go-Jek Indonesia yang sempat ditutup pun kembali dibuka.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Ribuan pengemudi Go-Jek melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor manajemen PT Go-Jek, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016). Mereka menuntut PT Go-Jek Indonesia untuk menghapus performa, membuat payung hukum yang independen dari keluhan pengemudi, transparansi dalam setiap kebijakan, menstabilkan sistem menjadi lebih baik dan memberikan kebijakan tarif yang rasional untuk semua pengemudi se-Indonesia.
Kendaraan dari arah Jalan Ampera Raya, Jalan Raya Kemang, maupun Jalan Benda, sudah bisa melintas meskipun agak tersendat. Tidak banyak kendaraan yang lewat.

(Baca juga: Jawaban Sementara PT Go-Jek terhadap Tuntutan Para Pengemudinya)

Sekitar 10 anggota polisi dan anggota Dinas Perhubungan tampak mengatur lalu lintas di sekitar Kantor Go-Jek yang menjadi lokasi unjuk rasa para pengemudi Go-Jek ini.

Tampak sampah berserakan di jalan di tengah guyuran hujan.

Kompas TV Ribuan Sopir Go-Jek Demo soal Sistem Baru
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Ini yang Dilakukan RSUI Depok

Megapolitan
Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Beredar, Video Tawuran Antarpelajar Bawa Senjata Tajam di Jatinegara, Polisi: Video Lama

Megapolitan
Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Kelakuan Pembeli Borong Minyak Goreng Rp 14.000, Ajak Sekeluarga karena Pembelian Dibatasi

Megapolitan
Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Polda Metro Jaya Sebut Belum Ada Wacana Hentikan Sementara Aturan Ganjil Genap

Megapolitan
51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

51 Guru dan Siswa di Sekolah Insan Cendekia Madani Serpong Positif Covid-19

Megapolitan
Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Kronologi Polantas Ditabrak Pemotor yang Terobos Jalur Transjakarta di Simpang PGC

Megapolitan
Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Sindir Anies Tak Turun Cek Lokasi Formula E, PSI: Padahal ke Warteg Saja Sempat

Megapolitan
Vaksinasi Dosis Ketiga secara 'Door to Door' Jangkau Lansia di Utan Panjang

Vaksinasi Dosis Ketiga secara "Door to Door" Jangkau Lansia di Utan Panjang

Megapolitan
Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Bunuh Istrinya di Duren Sawit

Megapolitan
Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Berbincang lewat Zoom dengan Rahmat Effendi yang Ditahan KPK, Golkar Bekasi Klaim Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Berlokasi di Dekat Klaster Covid-19 Krukut, SMKN 35 Hentikan PTM karena Temuan Kasus Positif

Megapolitan
5 Warga Kota Tangerang Positif Omicron, 2 di Antaranya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

5 Warga Kota Tangerang Positif Omicron, 2 di Antaranya Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Megapolitan
Disindir Anies 'Kurang Kerjaan' karena Cek Sirkuit Formula E, PSI: Kami Paham Bapak Sangat Sibuk

Disindir Anies "Kurang Kerjaan" karena Cek Sirkuit Formula E, PSI: Kami Paham Bapak Sangat Sibuk

Megapolitan
Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.