Agus Yudhoyono: Mungkin Lebih Tepat Penataan, Bukan Penggusuran

Kompas.com - 03/10/2016, 19:34 WIB
bakal calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di lokasi tes psikologi, di RSAL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2016). Kompas.com/Alsadad Rudibakal calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di lokasi tes psikologi, di RSAL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2016).
|
EditorIcha Rastika

DEPOK, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta yang diusung "Koalisi Cikeas", Agus Harimurti Yudhoyono, mengaku terus mempelajari isu yang berkembang di Jakarta, termasuk masalah penggusuran.

Agus mengaku mempelajari masalah itu bersama bakal calon wakilnya, Sylviana Murni.

(Baca juga: Kenapa Bukan Ibas yang Maju Pilkada DKI? Ini Jawaban Agus)

Putra presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono ini menilai, sebaiknya penggusuran di Jakarta diganti dengan penataan.

"Saya dan Bu Sylvi tentu akan mempelajari segala isu yang bekembang di Jakarta lebih utuh, tidak melihatnya secara sepotong-sepotong, tetapi dalam hati saya mungkin lebih tepat penataan, bukan penggusuran," kata Agus, dalam jumpa pers "Di Balik Keputusan Agus Yudhoyono", di Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (3/10/2016).

Agus mengatakan, segala sesuatu harus dilakukan secara manusiawi. Sama halnya dengan masalah reklamasi.

Menurut Agus, ia bersama Sylviana tetap mempelajari masalah reklamasi.

Namun, ia berpendapat, untuk melakukan reklamasi, perlu melihat berbagai aspek, seperti aspek hukum, aspek ekologis, dan aspek sosial.

"Yang jelas harus inklusif, tidak hanya mengakomodasi kepentingan golongan atau pihak tertentu, tetapi harus utuh betul, tujuannya harus jelas, dan dilakukan dengan cara-cara baik dan benar atas nama hukum," ujar Agus.

(Baca juga: Agus Yudhoyono Setuju Pemimpin Jakarta Tidak Cukup Dilihat dari Fisiknya)

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Megapolitan
Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Megapolitan
Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Megapolitan
Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Megapolitan
Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Megapolitan
Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Megapolitan
Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Megapolitan
Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Megapolitan
SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

Megapolitan
Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Megapolitan
Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Megapolitan
Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Megapolitan
Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Megapolitan
Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Megapolitan
Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Ketersediaan Alat Tes Swab di Depok Menipis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X