Kemang Banjir, Pengendara Putar Balik

Kompas.com - 04/10/2016, 15:44 WIB
Banjir di Kemang akibat hujan deras pada Selasa siang (4/10/2016). Nibras Nada NailufarBanjir di Kemang akibat hujan deras pada Selasa siang (4/10/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir setinggi 40 sentimeter menggenangi Jalan Kemang Raya dari Pop Hotel hingga Colony, Selasa (4/10/2016).

Meski genangan tak terlalu tinggi, sejumlah kendaraan tak berani ambil risiko dan memilih untuk memutar balik.

(Baca juga: Kemang Banjir Lagi, Arus Lalu Lintas Macet Parah)

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sekitar pukul 15.15, kebanyakan motor dari maupun menuju Prapanca memilih memutar balik.

Kendati demikian, ada juga yang nekat melintas. Tampak mesin kendaraan yang nekat menerjang genangan itu sempat mati.

Kendaraan dari Jalan Prapanca disarankan tidak berbelok ke Jalan Kemang Raya dan mencari alternatif jalan lain.

Sementara itu, antrean kendaraan menuju Prapanca padat merayap. Kendaraan harus mengurangi kecepatan lajunya karena ruas jalan tergenang.

Lalu lintas di Jalan Kemang Raya saat ini diatur oleh dua polisi lalu lintas.

(Baca juga: Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Jakarta Digenangi Air)

Belasan petugas Dinas Tata Air DKI Jakarta atau pasukan biru juga berada di lokasi untuk menyedot air dengan pompa. Air di Kali Krukut terpantau meluap dan mengalir dengan deras.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Megapolitan
Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Megapolitan
Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Megapolitan
Kata Walkot Jaktim, Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Kewenangan Pemerintah Pusat

Kata Walkot Jaktim, Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Kewenangan Pemerintah Pusat

Megapolitan
Badan Pembentukan Perda: 52 Raperda yang Diusulkan Terlalu Banyak

Badan Pembentukan Perda: 52 Raperda yang Diusulkan Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Gampang Ngurus Berkas

Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Gampang Ngurus Berkas

Megapolitan
Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Akan Dipasang Bronjong

Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Akan Dipasang Bronjong

Megapolitan
Istri Pesepak Bola Ilija Spasojevic Dimakamkan di TPU Jeruk Purut

Istri Pesepak Bola Ilija Spasojevic Dimakamkan di TPU Jeruk Purut

Megapolitan
Tabrakan di TMP Taruna Tangerang akibat Mobil Boks Terobos Lampu Merah

Tabrakan di TMP Taruna Tangerang akibat Mobil Boks Terobos Lampu Merah

Megapolitan
JPO di Dekat Kantor Sudinhub Jakarta Utara Banyak Dilintasi Motor

JPO di Dekat Kantor Sudinhub Jakarta Utara Banyak Dilintasi Motor

Megapolitan
Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

Megapolitan
Meski Dilaporkan ke Polisi, Ade Armando Tetap Bakal Kritik Anies

Meski Dilaporkan ke Polisi, Ade Armando Tetap Bakal Kritik Anies

Megapolitan
Angkot 'Ngetem' di Bawah JPO Halte Busway, Jalan I Gusti Ngurah Rai Kerap Macet

Angkot 'Ngetem' di Bawah JPO Halte Busway, Jalan I Gusti Ngurah Rai Kerap Macet

Megapolitan
Warga Sekitar Setu Sawangan Manfaatkan Paku Air sebagai Pupuk

Warga Sekitar Setu Sawangan Manfaatkan Paku Air sebagai Pupuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X