Polisi Periksa Penyedia Jasa Internet Terkait Kasus Videotron

Kompas.com - 04/10/2016, 16:12 WIB
Videotron di perempatan Mabua, Kebayoran Baru yang dimatikan setelah terlihat menayangkan film porno, Jumat (30/9/2016). Sudin KominfomasVideotron di perempatan Mabua, Kebayoran Baru yang dimatikan setelah terlihat menayangkan film porno, Jumat (30/9/2016).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi terus memeriksa saksi-saksi terkait kasus tayangan bermuatan pornografi di layar videotron di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016) lalu. Kali ini, giliran penyedia jasa internet yang akan dimintai keterangan oleh polisi terkait peristiwa itu.

"Hari ini kami melakukan pemeriksaan tambahan, pemeriksaan saksi dari pihak penyedia internetnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).

Awi tidak menyebut nama perusahaan penyedia jasa internet tersebut. Namun, menurut dia, pemeriksaan tersebut untuk mengetahui secara pasti apakah ada unsur peretasan dari jaringan internet sehingga layar videotron tersebut menampilkan tayangan pornografi.

"Karena memang ini kan cerita dunia maya, semua bisa di-remote dari sana melalui transmisi," ucapnya.

Awi tak mau menduga-duga apakah ada unsur kelalaian atau ada pihak lain yang meretas. Ia memilih menunggu hasil pemeriksaan forensik digital.

"Ternyata digital forensik tidak semudah apa yang kita bayangkan, masih berproses. Ini masih pemeriksaan terus," kata Awi.

Dalam kasus itu polisi telah memeriksa 11 saksi, yakni delapan orang dari pihak PT Transito Adiman Jati, dua orang warga yang melihat, dan satu orang dari penyedia jasa internet.

Tayangan bermuatan pornografi muncul di layar videotron di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Tayangan tersebut muncul sekitar pukul 13.00-14.00 WIB. Durasi yang terdeteksi selama lebih kurang lima menit.

Tayangan itu kemudian diketahui Suku Dinas Komunikasi, Informasi, dan Masyarakat (Kominfomas) Jakarta Selatan. Aliran listrik ke videotron itu kemudian diputus demi menghentikan tayangan tersebut.

Videotron yang diduga telah dibobol peretas tersebut dikelola PT Transito Adiman Jati. Juru bicara PT Transito Adiman Jati, Widi Krastawan, mengatakan, saat ini pihaknya menyerahkan seluruh penyelidikan kasus itu kepada polisi. Ia meyakini bahwa insiden itu merupakan sabotase pihak luar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Demo di Depan Gedung MK, Ini Isi Tuntutan Buruh dan Rekayasa Lalin dari Kepolisian

Gelar Demo di Depan Gedung MK, Ini Isi Tuntutan Buruh dan Rekayasa Lalin dari Kepolisian

Megapolitan
Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil di Kebayoran Lama

Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil di Kebayoran Lama

Megapolitan
Operasi Keselamatan Jaya 2021, Kapolda Metro: SOTR dan Balapan Liar Akan Ditindak

Operasi Keselamatan Jaya 2021, Kapolda Metro: SOTR dan Balapan Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Buruh Gelar Demo di Jakarta, Rekayasa Lalu Lintas Akan Situasional

Buruh Gelar Demo di Jakarta, Rekayasa Lalu Lintas Akan Situasional

Megapolitan
Demo Buruh Hari Ini, Berikut Isi Empat Tuntutannya

Demo Buruh Hari Ini, Berikut Isi Empat Tuntutannya

Megapolitan
Gelar Demo di Jakarta, Buruh Long March dari Patung Kuda ke Gedung MK

Gelar Demo di Jakarta, Buruh Long March dari Patung Kuda ke Gedung MK

Megapolitan
Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies: Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah

Unggah Foto Bersama Keluarga, Anies: Kita Akan Terus Prioritaskan Ibadah di Rumah

Megapolitan
TMII Terus Merugi hingga Diambil Alih Negara, Yayasan Harapan Kita Mengaku Tak Pernah Bebankan Kas Negara

TMII Terus Merugi hingga Diambil Alih Negara, Yayasan Harapan Kita Mengaku Tak Pernah Bebankan Kas Negara

Megapolitan
PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

PN Jaktim Lanjutkan Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Hari Ini

Megapolitan
Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Ini Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE 11 April: 638 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 11 April: 638 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Sebagian Jalan Ditutup 5 Jam Pagi Ini

Tol Layang Jakarta-Cikampek Ganti Nama, Sebagian Jalan Ditutup 5 Jam Pagi Ini

Megapolitan
UPDATE 11 April: Kabupaten Bekasi Catat 58 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 11 April: Kabupaten Bekasi Catat 58 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Terus Berjalan

Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Terus Berjalan

Megapolitan
Sempat Terkendala Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Stasiun Tanahabang PP Sudah Kembali Normal

Sempat Terkendala Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Stasiun Tanahabang PP Sudah Kembali Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X