Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/10/2016, 07:34 WIB
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
PT Mediatrac angkat bicara setelah salah seorang karyawannya, Samudera Al Hakam Ralial (24), ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus videotron bermuatan pornografi. Direktur Mediatrac, Tom Malik, menyesali tindakan Samudera yang disebut dilakukan atas inisiatif pribadi.

"Kami sangat terkejut dengan terjadinya kasus ini dan sejak awal kami telah dan akan terus mendukung pihak kepolisian dalam melaksanakan proses penegakan hukum," kata Tom dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/10/2016).

(Baca: Ini Cara Peretas Melakukan Aksinya Susupi Konten Porno di Videotron)

Tom menegaskan, sejak awal pihaknya telah bekerja sama dengan penyidik kepolisian untuk menangani kasus ini. Pada Selasa dini hari, ia mendampingi para penyidik mengumpulkan barang bukti dari tempat tinggal Samudera.

Samudera diduga meretas videotron tersebut dari laptopnya pada (30/9/2016). Kemudian pada Selasa (4/10/2016) pagi, Samudera diperiksa intensif oleh polisi hingga akhirnya ditetapkan menjadi tersangka.

"Kami sangat menyesali terjadinya tindakan ini, yang bertentangan dengan nilai dan norma di masyarakat, serta melanggar kode etik perusahaan kami," ujar Tom.

(Baca: Begini Cara Polisi Tangkap Peretas Videotron yang Tayangkan Pornografi)

PT Mediatrac Sistem Komunikasi adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang big data analytics. Samudera tercatat sebagai ahli teknologi dan informasi.

Akibat ulahnya, Samudera terancam dijerat Pasal 282 KUHP tentang Tindak Pidana Asusila serta Pasal 27 ayat 1 UU ITE dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 15 miliar. 

Kompas TV â??Hackerâ?? Videotron Porno Dibekuk Polisi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun Skywalk di Lebak Bulus, Dinas Bina Marga DKI Gelontorkan Rp 100 Miliar dari APBD 2023

Bangun Skywalk di Lebak Bulus, Dinas Bina Marga DKI Gelontorkan Rp 100 Miliar dari APBD 2023

Megapolitan
Bikin Laporan Tanahnya Diserobot, Anggota Provost Diminta Uang Ratusan Juta untuk Biaya Penyidikan

Bikin Laporan Tanahnya Diserobot, Anggota Provost Diminta Uang Ratusan Juta untuk Biaya Penyidikan

Megapolitan
Hotman Paris Sebut Dakwaan Jaksa ke Teddy Minahasa Prematur, Belum Waktunya Disidangkan

Hotman Paris Sebut Dakwaan Jaksa ke Teddy Minahasa Prematur, Belum Waktunya Disidangkan

Megapolitan
Saksi Sebut Tak Ada Luka di Tubuh Mahasiswa UI setelah Ditabrak Mobil Pensiunan Polri

Saksi Sebut Tak Ada Luka di Tubuh Mahasiswa UI setelah Ditabrak Mobil Pensiunan Polri

Megapolitan
Resmi Didakwa Langgar UU Narkotika, Teddy Langsung Ajukan Eksepsi

Resmi Didakwa Langgar UU Narkotika, Teddy Langsung Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Cari Polisi yang Selamatkan Nyawa Keponakannya, Haikal Hassan: Saya Mau Ucap Terima Kasih...

Cari Polisi yang Selamatkan Nyawa Keponakannya, Haikal Hassan: Saya Mau Ucap Terima Kasih...

Megapolitan
Lakukan Aksi Pembunuhan Berantai, Wowon: Saya Menyesal dan Mau Tobat

Lakukan Aksi Pembunuhan Berantai, Wowon: Saya Menyesal dan Mau Tobat

Megapolitan
Pakai Teknologi TAA, Kronologi Tabrakan Mahasiswa UI dan Pensiunan Polri Bisa Tergambar dalam Video 3D

Pakai Teknologi TAA, Kronologi Tabrakan Mahasiswa UI dan Pensiunan Polri Bisa Tergambar dalam Video 3D

Megapolitan
JPU Sebut Teddy Minahasa Bekerja Sama dengan 3 Anak Buahnya

JPU Sebut Teddy Minahasa Bekerja Sama dengan 3 Anak Buahnya

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas di Cimanggis, Diduga Ditendang Usai Cekcok dengan Pengunjung Kafe

Pengendara Motor Tewas di Cimanggis, Diduga Ditendang Usai Cekcok dengan Pengunjung Kafe

Megapolitan
Ungkap Fakta Baru, Polisi Gunakan Teknologi TAA dalam Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Hasya

Ungkap Fakta Baru, Polisi Gunakan Teknologi TAA dalam Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Hasya

Megapolitan
Teddy Minahasa Didakwa Kerja Sama dengan Anak Buah untuk Jual Beli Narkoba

Teddy Minahasa Didakwa Kerja Sama dengan Anak Buah untuk Jual Beli Narkoba

Megapolitan
6 Warga Nyaris Jadi Pekerja Migran Ilegal di Timur Tengah, Awalnya Tertarik Gaji 6 Juta Per Bulan

6 Warga Nyaris Jadi Pekerja Migran Ilegal di Timur Tengah, Awalnya Tertarik Gaji 6 Juta Per Bulan

Megapolitan
Pakar Transportasi Ikut Rekonstruksi, Sebut Hujan dan Genangan Jadi Faktor Kecelakaan Mahasiswa UI

Pakar Transportasi Ikut Rekonstruksi, Sebut Hujan dan Genangan Jadi Faktor Kecelakaan Mahasiswa UI

Megapolitan
Pesisir Utara Jakarta Dihantui Banjir Rob yang Disebabkan Bulan Purnama 2-6 Februari 2023

Pesisir Utara Jakarta Dihantui Banjir Rob yang Disebabkan Bulan Purnama 2-6 Februari 2023

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.