SBY Turun Tangan Beri Arahan pada Konsolidasi Relawan Agus-Sylvi

Kompas.com - 05/10/2016, 09:41 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono (tengah), Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan juru bicara tim pemenangan Agus-Sylvi Riko Rustombi dalam jumpa pers Kompas.com/Robertus BelarminusAgus Harimurti Yudhoyono (tengah), Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan juru bicara tim pemenangan Agus-Sylvi Riko Rustombi dalam jumpa pers "Dibalik Keputusan Agus Yudhoyono", di Cibubur, Depok, Jawa Barat, Senin (3/10/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Partai Demokrat di DPD DKI Jakarta menggelar konsolidasi dengan para relawan pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Ketua Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Nachrowi Ramli, mengatakan, tujuan konsolidasi tersebut untuk menyamakan persepsi terkait langkah-langkah bagi Agus-Sylvi pada Pilkada DKI 2017.

"Jadi kita gabungkan (pengurus dan relawan), supaya pola pikir dan tindakan satu. Kemudian mana yang boleh dan tidak boleh, supaya paslon ini bisa kita amankan," kata Nachrowi di Is Plaza, Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (5/10/2016).

Pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah DKI Partai Demokrat itu mengatakan, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhyono akan ikut di acara ini. SBY juga akan memberikan arahan.

"Ada arahan dari Pak SBY bagaimana bertindak bersama-sama paslon lain agar pilkada tentram dan lancar," ujar Nachrowi.

Nachrowi mengatakan, tim pemenangan sudah punya strategi pemenangan untuk Agus-Sylvi. Salah satunya bertemu langsung dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi dan permasalahan warga Ibu Kota.

"Sebab kita bukan cuma untuk menang setelah itu habis, tapi kita buat kerja lima tahun ke depan. Apalagi tag line kita Jakarta Untuk Rakyat," ujar Nachrowi.

Kompas TV 9 Partai Nonparlemen Dukung Pasangan Agus-Sylvi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

18.000 Nasi Bungkus Dibagikan ke Warga Terdampak Banjir di Jakbar Selama 4 Hari

Megapolitan
Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Kejati DKI Jakarta Geledah Kantor Distamhut, Ini Respons Wagub Riza

Megapolitan
UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

UPDATE 21 Januari: Ada 1.177 Kasus Omicron di DKI Jakarta

Megapolitan
Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Polisi dan Keluarga Korban Bantah Laporan Bocah yang Dicabuli Kuli Bangunan Sempat Diremehkan

Megapolitan
Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Pekan Depan, Kapasitas PTM di Kota Tangerang Dikurangi hingga 50 Persen

Megapolitan
Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Realisasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di DKI Capai 216.726 Orang

Megapolitan
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Dijambret, Tas Berisi Dokumen Penting Hilang

Megapolitan
Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Perkenalkan Formula E ke Anies, Dino Patti Djalal: Saya Yakin Akan Naikkan Pamor Jakarta

Megapolitan
Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Soal Penjabat Gubernur DKI, Ketua Fraksi PDI-P: Sekda Juga Memenuhi Syarat

Megapolitan
Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Cerita Sopir Odong-odong di Tegal Alur, Biasa Antar Bocah jadi Antar Pengungsi

Megapolitan
Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Puluhan Kilogram Kulit Kabel Dibuang di Gorong-gorong, Diduga Ulah Pencuri

Megapolitan
PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

PSI Minta Anies Tinjau Langsung Lokasi Sirkuit Formula E di Ancol

Megapolitan
14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

14 Warga Cilandak Positif Omicron, Camat Sebut Terpapar Setelah Bepergian ke Luar Negeri

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangerang Hendak Terapkan Aturan WFH 50 Persen

Megapolitan
Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Gulungan Kulit Kabel di Gorong-gorong Jadi Salah Satu Penyebab Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.