Kompas.com - 07/10/2016, 19:00 WIB
EditorEgidius Patnistik

"Dia (Rini) itu dari dulu gengsi. Enggak terima punya anak seperti Aliya," ujar Supratno sambil menerawang jauh.

Supratno mengakui bahwa rumah tangganya dengan Rini sudah tidak harmonis. Rini memiliki laki-laki lain. Istrinya juga enggan merawat Aliya yang masih balita dan berkebutuhan khusus. Setelah ketahuan menganiaya anaknya, Rini pun kabur bersama adik Aliya.

Setelah istrinya kabur, Supratno tak bisa bekerja karena harus merawat Aliya. Sehari-hari, ayah tiga anak itu menjadi buruh kasar di Pasar Jembatan Lima. Terkadang, ia membantu mengangkut barang. Sesekali ia juga memulung sampah. Upahnya tidak menentu, Rp 60.000-Rp 70.000 per hari.

Kesulitan ekonomi membuat Supratno menghadapi dilema harus mengurus anaknya yang kini ditinggal kabur ibunya atau bekerja mencari nafkah. Ia terpaksa menitipkan Aliya ke panti sosial, dengan dibantu oleh tetangga sekitarnya. Adapun anak pertama Supratno diasuh keluarga besarnya di kampung.

"Nanti, sebulan sekali, saya mau jenguk Aliya. Saya kepingin dia bisa tumbuh seperti anak- anak lain," ujar Supratno.

Belum bicara

Setidaknya sudah lima hari ini Aliya tinggal di Panti Asuhan Balita Tunas Bangsa, Cipayung. Ia menempati ruangan Rama-Shinta bersama lebih dari 20 anak balita lainnya. Kemarin siang, Aliya nyenyak tidur setelah minum susu.

Menurut Penanggung Jawab Ruangan Rama-Shinta, Emasari, kondisi fisik Aliya cukup sehat selama diasuh di panti. Hanya, anak kedua dari tiga bersaudara itu belum dapat berbicara. Pada malam hari, anak balita itu kerap menjerit-jerit.

"Kalau siang, dia tidur tenang. Hanya malam saja dia sering jerit-jerit. Belum diketahui apa sebabnya," ujar Ema.

Ema mengatakan masih belum melakukan apa pun terhadap Aliya karena anak balita itu juga masih beradaptasi dengan lingkungan panti. Aliya pun masih dalam observasi tenaga medis hingga sepekan ke depan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

989 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Depok Dapat Remisi HUT Ke-77 RI

989 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Depok Dapat Remisi HUT Ke-77 RI

Megapolitan
Ini Daftar 12 Rusunawa di Jakarta yang Diresmikan Anies

Ini Daftar 12 Rusunawa di Jakarta yang Diresmikan Anies

Megapolitan
Video Rekaman Paskibra Asyik Berjoget Viral di Medsos, Camat Cabangbungin Buka Suara

Video Rekaman Paskibra Asyik Berjoget Viral di Medsos, Camat Cabangbungin Buka Suara

Megapolitan
6 Orang Tewas dalam Kebakaran Ruko di Tambora, Polisi Periksa 9 Saksi

6 Orang Tewas dalam Kebakaran Ruko di Tambora, Polisi Periksa 9 Saksi

Megapolitan
Anies Sebut Indonesia Masih Hadapi Jalan Panjang untuk Raih Kemerdekaan yang Hakiki

Anies Sebut Indonesia Masih Hadapi Jalan Panjang untuk Raih Kemerdekaan yang Hakiki

Megapolitan
Anies Resmikan 12 Rusunawa Siap Huni di Jakarta: Sebuah Sejarah Ditorehkan...

Anies Resmikan 12 Rusunawa Siap Huni di Jakarta: Sebuah Sejarah Ditorehkan...

Megapolitan
Ini Cara Anies Cukupkan Pendapatan DKI Setelah Bebaskan 85 Persen Warga dari Pajak Bumi dan Bangunan...

Ini Cara Anies Cukupkan Pendapatan DKI Setelah Bebaskan 85 Persen Warga dari Pajak Bumi dan Bangunan...

Megapolitan
Anies: Kemerdekaan Bukan Hanya Menggulung Kolonialisme, yang Terpenting Kesejahteraan dan Keadilan Sosial bagi Rakyat

Anies: Kemerdekaan Bukan Hanya Menggulung Kolonialisme, yang Terpenting Kesejahteraan dan Keadilan Sosial bagi Rakyat

Megapolitan
Beri Penghargaan kepada Sosok Berjasa selama Covid-19, Anies: Bukti Kita Tak Pernah Kekurangan Stok Pejuang

Beri Penghargaan kepada Sosok Berjasa selama Covid-19, Anies: Bukti Kita Tak Pernah Kekurangan Stok Pejuang

Megapolitan
Sampaikan Pidato Kebangsaan, Anies Sebut Masih Banyak Janji Kemerdekaan yang Belum Dilunasi

Sampaikan Pidato Kebangsaan, Anies Sebut Masih Banyak Janji Kemerdekaan yang Belum Dilunasi

Megapolitan
Oknum Tukang Parkir yang Disebut Lecehkan Perempuan di Kafe Wilayah Melawai Akhirnya Ditahan

Oknum Tukang Parkir yang Disebut Lecehkan Perempuan di Kafe Wilayah Melawai Akhirnya Ditahan

Megapolitan
UPDATE 17 Agustus 2022: Bertambah 200 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangerang Kini 1.636

UPDATE 17 Agustus 2022: Bertambah 200 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangerang Kini 1.636

Megapolitan
Ada Pembebasan Pajak, Pemprov DKI Jakarta Tak Lagi Terima Rp 2,7 Triliun dari PBB-P2

Ada Pembebasan Pajak, Pemprov DKI Jakarta Tak Lagi Terima Rp 2,7 Triliun dari PBB-P2

Megapolitan
869 Warga Binaan di Lapas Cikarang Terima Remisi Hari Kemerdekaan Indonesia

869 Warga Binaan di Lapas Cikarang Terima Remisi Hari Kemerdekaan Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap 20 Remaja Hendak Tawuran di Depok, 4 Sajam Disita

Polisi Tangkap 20 Remaja Hendak Tawuran di Depok, 4 Sajam Disita

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.