Kompas.com - 09/10/2016, 09:54 WIB
Bakal calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti  Yudhoyono Minggu pagi (9/10/2016) usai berlari mengelilingi Taman Margasatwa Ragunan bersama relawan dan tim kampanyenya. Nibras Nada NailufarBakal calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono Minggu pagi (9/10/2016) usai berlari mengelilingi Taman Margasatwa Ragunan bersama relawan dan tim kampanyenya.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti mengaku tak kecil hati jika dalam survei posisinya berada pada urutan terakhir di bawah dua cagub lainnya. Agus justru bersyukur melihat kecenderungan popularitas dan elektabilitasnya merangkak naik.

"Kalau saya melihat dari titik poinnya 0,6 persen, sehingga sangat mudah bagi pengamat untuk mengatakan saya terlalu prematur dan tidak berpengalaman dalam berpolitik."

"Saya memahami itu semua, tetapi alhamdulillah survei membuktikan saya mempunyai tempat di masyarakat Jakarta," kata Agus di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (9/10/2016).

Agus menjadikan hasil survei dan pengamatan sebagai cambuk untuk mengenalkan diri ke masyarakat. Pagi ini, Agus berlari di Taman Margasatwa Ragunan sambil menyapa dan berfoto bersama warga.

"Saya semakin semangat meningkatkan elektabilitas dan terus berupaya memperkenalkan profile kami. Mengenalkan pikiran dan gagasan kami kepada masyarakat Jakarta," ujar Agus.

Sayangnya, Agus enggan memaparkan visi misi dan program kerjanya. Berbeda dari dua pasangan calon lain yang sudah menyampaikan visi misi serta beberapa program unggulan, Agus baru akan menyampaikannya ketika memasuki masa kampanye nanti, 26 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017.

Saat ini, Agus mau fokus mengenalkan diri ke masyarakat dulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena memang belum masuk ke masa kampanye, tidak boleh menyampaikan visi dan misi ke warga. Saya punya cara sendiri tentu ada penjelasan. Pada saatnya saya jelaskan secara gamblang apa yang bisa saya tawarkan," ujarnya.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Megapolitan
Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Megapolitan
Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Megapolitan
Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Megapolitan
Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Megapolitan
Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Megapolitan
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Megapolitan
Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Megapolitan
Tiga Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Masih Bertugas Hingga Hari Ini

Tiga Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Masih Bertugas Hingga Hari Ini

Megapolitan
Ingin Menolong Temannya, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Ciliwung

Ingin Menolong Temannya, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Ciliwung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.