Kompas.com - 11/10/2016, 15:27 WIB
Jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pasar Minggu beribadah di kantor kecamatan lantaran gerejanya belum diizinkan beroperasi, Minggu (9/10/2016). Nibras Nada NailufarJemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pasar Minggu beribadah di kantor kecamatan lantaran gerejanya belum diizinkan beroperasi, Minggu (9/10/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi memastikan pihaknya akan memfasilitasi Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Pasar Minggu agar bisa beribadah di lokasi yang kondusif.

Hanya saja, izin ruko yang kini diusahakan diubah menjadi izin rumah ibadah, tak bisa jadi jaminan GBKP Pasar Minggu tetap berada di Jalan Tanjung Barat Lama, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Selain itu, ada tanda tangan dari 500 orang warga sekitar yang menolak keberadaan tersebut.

"Biar dia ada IMB-nya tetap enggak bisa. Ya karena ada tanda tangan itu," kata Tri kepada Kompas.com, Selasa (11/10/2016).

Tri membantah pihaknya mempersulit proses perizinan yang sudah diajukan gereja. Menurut dia, pihaknya tidak bisa disalahkan bila dalam verifikasi tanda tangan persetujuan warga, pengurus gereja gagal membuktikan persetujuan dari minimal 60 warga.

"Dia mengajukan ke mana? Ke PTSP kan harusnya?" ujarnya.

Tri meminta pihak gereja juga bergerak untuk membantu mencarikan alternatif. Penolakan keras dari warga membuat pemerintah merelokasi keberadaan gereja tersebut. Saat ini Tri sedang mengupayakan agar gereja dapat dibangun di jalur hijau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya usahain bisa dibangun biar di (jalur) hijau. Jangan suruh kami yang cari lokasinya dong, dia yang cari, kami fasilitasi," kata Tri.

Sebelumnya, pengurus GBKP Pasar Minggu, Pendeta Penrad Siagian mengeluhkan izin yang tak kunjung keluar meski pihaknya sudah mengurus berkali-kali sejak 10 tahun lalu. Akibatnya kini sekitar 200 jemaat harus beribadah di Kantor Kecamatan Pasar Minggu untuk sementara waktu.

"Instruksi Pak Gubernur sudah jelas, bahwa Pemkot harus memfasilitasi izin kami," ujar Penrad.

Kompas TV Djarot Hadiri Pesta Gotilon di Gereja HKBP
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendaraan Usia Lebih dari 3 Tahun di Jakarta Harus Lulus Tes Uji Emisi atau Bersiap Ditilang

Kendaraan Usia Lebih dari 3 Tahun di Jakarta Harus Lulus Tes Uji Emisi atau Bersiap Ditilang

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang di Cipete Selatan, Pohon Mangga Tumbang Timpa Mobil

Hujan Deras dan Angin Kencang di Cipete Selatan, Pohon Mangga Tumbang Timpa Mobil

Megapolitan
41 RT di Kota Bekasi Masuk Zona Kuning

41 RT di Kota Bekasi Masuk Zona Kuning

Megapolitan
Sidang Lanjutan Perkara Hoaks Babi Ngepet di Depok Ditunda

Sidang Lanjutan Perkara Hoaks Babi Ngepet di Depok Ditunda

Megapolitan
Asosiasi Pilot Garuda Minta Pemerintah Tinjau Ulang Syarat Penumpang Wajib Tes PCR

Asosiasi Pilot Garuda Minta Pemerintah Tinjau Ulang Syarat Penumpang Wajib Tes PCR

Megapolitan
Seluruh RT di DKI Jakarta Bebas dari Zona Merah dan Oranye Penyebaran Covid-19

Seluruh RT di DKI Jakarta Bebas dari Zona Merah dan Oranye Penyebaran Covid-19

Megapolitan
PT KCI: Sepeda Motor yang Tertabrak KRL di Tanah Abang Lewati Pelintasan Liar

PT KCI: Sepeda Motor yang Tertabrak KRL di Tanah Abang Lewati Pelintasan Liar

Megapolitan
Pemkot Bekasi Catat Ada 27 Kasus Baru Covid-19 dalam Sepekan

Pemkot Bekasi Catat Ada 27 Kasus Baru Covid-19 dalam Sepekan

Megapolitan
Antisipasi Fenomena La Nina,  Warga Kota Tangerang Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Antisipasi Fenomena La Nina, Warga Kota Tangerang Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Megapolitan
Kronologi Motor Terlindas KRL di Tanah Abang: Pemotor Selamat, Para Penumpang Dievakuasi

Kronologi Motor Terlindas KRL di Tanah Abang: Pemotor Selamat, Para Penumpang Dievakuasi

Megapolitan
Rachel Vennya Sempat Nunggak Pajak Mobil Alphard 2 Bulan, Dibayar Setelah Viral

Rachel Vennya Sempat Nunggak Pajak Mobil Alphard 2 Bulan, Dibayar Setelah Viral

Megapolitan
Ini Hasil Tes Darah Sopir Korban Tewas dalam Kecelakaan Transjakarta di Cawang

Ini Hasil Tes Darah Sopir Korban Tewas dalam Kecelakaan Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Upaya Mengurangi Sampah lewat “Jakarta Sadar Sampah”

Upaya Mengurangi Sampah lewat “Jakarta Sadar Sampah”

Megapolitan
Nopol Kendaraan Tak Sesuai Data, Rachel Vennya Disebut Ubah Warna Mobil dari Putih ke Hitam

Nopol Kendaraan Tak Sesuai Data, Rachel Vennya Disebut Ubah Warna Mobil dari Putih ke Hitam

Megapolitan
KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Jadwal Perjalanan Commuter Line Terganggu

KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Jadwal Perjalanan Commuter Line Terganggu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.