Kompas.com - 15/10/2016, 17:04 WIB
Bakal calon gubernur DKI yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anies Baswedan usai mengunjungi pasar di Tipar Cakung, Jakarta Timur. Jumat (14/10/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusBakal calon gubernur DKI yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anies Baswedan usai mengunjungi pasar di Tipar Cakung, Jakarta Timur. Jumat (14/10/2016)
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan alasan mengunjungi warga di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/10/2016) pagi. Ia menceritakan, dirinya diundang oleh masyarakat di sana untuk melihat langsung kondisi TPST Bantargebang dan masyarakat sekitar.

"Aspirasinya adalah berharap Pemerintah Jakarta memikirkan bukan hanya soal sampahnya, tapi juga soal pendidikan anak-anaknya," kata Anies di Jakarta Pusat, Sabtu.

Anies menuturkan, masyarakat menyampaikan gagasan sampah untuk pendidikan. Mereka menginginkan adanya pendidikan yang baik di lingkungan sekitar TPST Bantargebang.

Anies mengatakan, saat menjadi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ia membangun empat sekolah garis depan di Bantargebang. Pembangunan sekolah di sekitar TPST Bantargebang itu karena secara geografis dekat jaraknya dari Jakarta tetapi kondisi pendidikannya tertinggal jauh.

Di sisi lain, Anies melihat pengolahan sampah di Jakarta harus dengan pendekatan berbeda. Pembuangan sampah dengan menaruh di mana saja dan dicampuradukan dinilai kurang tepat.

"Satu hari itu sekitar 6.700 sampai 7.000 ton sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang. Tahun depan kita berharap pengelolaan ini diubah," kata Anies.

Ia menginginkan pengelolaan sampah harus dari rumah. Masyarakat diminta untuk memisahkan sampah organik dan non-organik sebelum pembuangan sampah.

Ia mencontohkan beberapa negara yang sudah menerapkan hal tersebut, salah satunya di China.

"Tentu ini perlu waktu dan tidak bisa dijalankan dengan cepat dan masyarakat di Bantargebang juga begitu," kata Anies

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Jakarta yang Tak Semanis Klaim Anies: 6 Jam Tak Surut, Ribuan Warga Mengungsi

Banjir Jakarta yang Tak Semanis Klaim Anies: 6 Jam Tak Surut, Ribuan Warga Mengungsi

Megapolitan
Saat Napi Teroris yang Dihadirkan Jaksa Justru Membela Munarman...

Saat Napi Teroris yang Dihadirkan Jaksa Justru Membela Munarman...

Megapolitan
Kritik Anies Soal Banjir Jakarta, Fraksi PDI-P: Sudah Tahu Drainase Bermasalah, Kenapa Tak Diperbaiki?

Kritik Anies Soal Banjir Jakarta, Fraksi PDI-P: Sudah Tahu Drainase Bermasalah, Kenapa Tak Diperbaiki?

Megapolitan
Tak Berizin, Sebuah Gudang di Tangsel Disegel

Tak Berizin, Sebuah Gudang di Tangsel Disegel

Megapolitan
Polres Jakarta Selatan Buka 31 Gerai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Polres Jakarta Selatan Buka 31 Gerai Vaksinasi Covid-19 untuk Anak

Megapolitan
Warga Tangerang Selatan Masih Kesulitan Peroleh Minyak Goreng Murah

Warga Tangerang Selatan Masih Kesulitan Peroleh Minyak Goreng Murah

Megapolitan
Belum Dapat Bantuan, Warga Tegal Alur Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan ke Warga

Belum Dapat Bantuan, Warga Tegal Alur Dirikan Dapur Umum dan Bagikan Makanan ke Warga

Megapolitan
Relawan Jokowi Mania Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Ubedilah Badrun

Relawan Jokowi Mania Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Ubedilah Badrun

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Puncak Musim Hujan, Warga Bumi Nasio Kota Bekasi Siapkan Pompa

Antisipasi Banjir di Puncak Musim Hujan, Warga Bumi Nasio Kota Bekasi Siapkan Pompa

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Masyarakat Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Polisi Sebut Kendaraan Berpelat Khusus RF Kerap Langgar Ganjil-Genap karena Merasa Kebal Hukum

Megapolitan
Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Keluarga Bakal Lapor ke Propam Polri

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan 'Door to Door'

Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan "Door to Door"

Megapolitan
2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.