Kemenkumham Luncurkan Tiga Layanan Mudah Pembuatan Paspor 

Kompas.com - 17/10/2016, 19:04 WIB
Menkumham Yasonna Laoly bersama Dirjen Imigrasi, Ronny F Sompie saat konferensi pers acara Pertemuan Dirjen Imigrasi se-ASEAN di Kuta, Rabu (21/9/2016) KOMPAS.com/SRI LESTARIMenkumham Yasonna Laoly bersama Dirjen Imigrasi, Ronny F Sompie saat konferensi pers acara Pertemuan Dirjen Imigrasi se-ASEAN di Kuta, Rabu (21/9/2016)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Hukum dan HAM meluncurkan tiga layanan yang memudahkan pembuatan paspor.

Ketiga layanan itu adalah Early Morning Passport Service, Sunset Passport Service, dan Emergency Passport Service.

Peluncuran ketiga layanan ini merupakan bagian dari Gerakan Serentak Empati Layanan Publik Layanan Paspor Seluruh Indonesia.

Peluncuran layanan ini juga merupakan bagian dari peluncuran Inovasi Pelayanan Publik oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam acara yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/10/2016).

"Layanan ini merupakan salah satu program utama Nawacita, reformasi hukum dan pelayanan publik mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah presiden Joko Widodo," kata Yasonna.

(Baca juga: Kantor Imigrasi di Jakarta Terapkan "Morning Passport Service" dan "Sunset Passport Service")

Early Morning Passport Service adalah layanan Imigrasi untuk masyarakat yang ingin mengurus dokumen sebelum mereka berangkat kerja.

Kantor Imigrasi membuka pelayanan sejak pukul 06.00 WIB pagi, atau setiap hari Selasa dan Jumat.

Sementara itu, Sunset Passport Service adalah layanan Imigrasi bagi masyarakat pada sore hari, atau selepas masyarakat pulang bekerja.

Untuk program ini, Kantor Imigrasi buka sampai pukul 19.00 WIB sehingga masyarakat dapat memiliki pilihan untuk mengurus paspor.

Kemudian Emergency Passport Service adalah sebuah program layanan imigrasi untuk penerbitan paspor selama 24 jam sehari, bagi warga negara Indonesia yang mendadak harus pergi keluar negeri.

Layanan ini diterapkan hanya di kantor Imigrasi Soekarno Hatta.

Yasonna menyatakan, ketiga layanan tersebut sudah efektif berlaku di semua area kerja kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia.

Selain tiga layanan itu, Yasonna menyebut berbagai inovasi lain yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM adalah beberapa layanan online, seperti Aplikasi Laporan Bulanan Notaris Online untuk para notaris; Aplikasi Manajemen Data Kewarganegaraan untuk warga negara asing yang ingin menjadi WNI; SIBIMO alias Aplikasi Bimbingan Mandiri Online; pelayanan publik digital untuk warga yang akan mendapatkan kebebasan bersyarat dan asimilasi.

Ia juga menyebut Imigrasi telah mengubah pelayanan menjadi lebih atraktif dengan kerangka mencoba memahami kesulitan masyarakat, baik secara waktu maupun pola pelayanan.

"Melalui Gerakan dan beragam inovasi yang diluncurkan oleh Kementerian Hukum dan HAM ini, dapat menjadikan rakyat sebagai orang pertama di negeri ini. Masyarakat yang melihat aparat pemerintah sebagai sahabat dan melayani mereka sebaik-baiknya," ucap Yasonna.

Acara Gerakan Serentak Empati Layanan Publik Layanan Paspor Seluruh Indonesia dan launching Inovasi Pelayanan Publik di Balai Kota DKI Jakarta juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Ronny F Sompie, dan Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta Endang Sudirman.

(Baca juga: Ronny: Kepala Kantor Imigrasi Jangan Hanya Jadi Panglima Komando dalam Kamar)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bogor Dilanda Hujan Es, Warga Kaget karena Mengira Batu Jatuh dari Langit

Bogor Dilanda Hujan Es, Warga Kaget karena Mengira Batu Jatuh dari Langit

Megapolitan
Maju di Pilkada Tangsel, Harta Kekayaan Pilar Saga Ichsan Lebih dari Rp 28 Miliar

Maju di Pilkada Tangsel, Harta Kekayaan Pilar Saga Ichsan Lebih dari Rp 28 Miliar

Megapolitan
Anggaran Dinas SDA DKI Dipangkas untuk Covid-19, Pembebasan Lahan untuk Penanganan Banjir Terhambat

Anggaran Dinas SDA DKI Dipangkas untuk Covid-19, Pembebasan Lahan untuk Penanganan Banjir Terhambat

Megapolitan
Pohon Tumbang di Bogor, 4 Sepeda Motor Milik Ojol Rusak

Pohon Tumbang di Bogor, 4 Sepeda Motor Milik Ojol Rusak

Megapolitan
Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Dilakukan Dokter Abal-abal

Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Dilakukan Dokter Abal-abal

Megapolitan
Pemkot Jakut Siapkan 10 Pompa Jelang Musim Hujan

Pemkot Jakut Siapkan 10 Pompa Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Raup Untung Rp 10 Juta Sehari, Begini Pembagian Komisi Pelaku Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Raup Untung Rp 10 Juta Sehari, Begini Pembagian Komisi Pelaku Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Megapolitan
Dua Motor Tabrakan di Fatmawati, Seorang Pengendara Patah Tulang

Dua Motor Tabrakan di Fatmawati, Seorang Pengendara Patah Tulang

Megapolitan
Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan

Selama Pandemi, Grab Layani Lebih dari 26 Juta Kilometer Perjalanan

Megapolitan
Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.105 Orang

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.105 Orang

Megapolitan
Warga Bogor Temukan Mayat di Emperan Warung, Diduga Tunawisma

Warga Bogor Temukan Mayat di Emperan Warung, Diduga Tunawisma

Megapolitan
Pilkada Tangsel di Tengah Pandemi Covid-19, Benyamin-Pilar Maksimalkan Kampanye Secara Online

Pilkada Tangsel di Tengah Pandemi Covid-19, Benyamin-Pilar Maksimalkan Kampanye Secara Online

Megapolitan
Hadi Pranoto Jalani Pemeriksaan Lanjutan Terkait Klaim Temuan Obat Covid-19

Hadi Pranoto Jalani Pemeriksaan Lanjutan Terkait Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Polisi Dalami Motif Konflik Geng Motor di Bintaro yang Tewaskan 1 Orang

Polisi Dalami Motif Konflik Geng Motor di Bintaro yang Tewaskan 1 Orang

Megapolitan
Pembentukan Perda Covid-19, Ketua DPRD DKI: Agar Ada Efek Jera

Pembentukan Perda Covid-19, Ketua DPRD DKI: Agar Ada Efek Jera

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X