Kompas.com - 18/10/2016, 08:07 WIB
Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz (tengah), di Kantor DPP PPP, Jakarta,  Minggu (3/4/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKetua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz (tengah), di Kantor DPP PPP, Jakarta, Minggu (3/4/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz, menegaskan tidak akan memecat Abraham Lunggana alias Lulung sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta. Meskipun Lulung sebelumnya menyatakan sikap untuk mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sedangkan PPP kubu Djan Faridz menyatakan dukungan mereka kepada bakal calon petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat.

"(jabatan Lulung) aman, aman. Insya Allah satu kesempatan, kami calonkan dia jadi gubernur. Yah doain ya, dia masih muda dan masih ada kesempatan," kata Djan, di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016) malam.

Menurut dia, hingga kini, Lulung belum melakukan tindakan yang bertentangan dengan konstitusi partai. Djan memandang, Lulung tengah menjalankan tugas partai untuk mendekati bakal calon gubernur dan wakil gubernur lainnya.

Kata Djan, partai menginstruksikan Lulung menjadi mediator antar tiga pasangan bakal calon gubernur. Supaya tidak terjadi saling fitnah dan adu domba.

"Kalau ada si ini ngomong ini, fitnah semua. Nah beliau ini di tengah, bagus ini, peran beliau bagus sekali. Tapi kalau dia (Lulung) melanggar (aturan), saya akan pecat dia," kata Djan. (Baca: Loyalitas Lulung kepada Djan Faridz yang Luntur karena Ahok)

Mantan Menteri Perumahan Rakyat itu menyebut tugas yang kini diemban Lulung begitu berat. Karena dia diminta untuk menjalin komunikasi antar partai dan bakal calon gubernur.

"Jadi kalau ada suara-suara negatif dia yang menetralisir. Tugas dia mulia. Bagus, ya kan," kata Djan.

Lulung yang dikenal sebagai loyalis Djan Faridz, tidak mengikuti keputusan partai untuk mendukung pasangan Ahok-Djarot. Sebab, selama menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Lulung kerap berseberangan dengan Ahok. Mereka sering terlibat perdebatan di media massa. Lulung akhirnya memilih untuk mendukung Agus Sylvi. (Baca: Nasib Lulung yang Kini Berseberangan dengan Kubunya)

Kompas TV Haji Lulung: Ahok Pasti Kalah
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios 'Mama is My Hero' Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Wali Kota Jakarta Utara Berharap Kios "Mama is My Hero" Bantu Para Ibu Tulang Punggung Keluarga

Megapolitan
Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Kedubes Belarus Terima Teror Bom, Polisi Selidiki dan Ini Hasilnya...

Megapolitan
Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Belakang Kantor Wali Kota Jakarta Timur Jadi Lokasi Pembuangan Tinja Ilegal

Megapolitan
Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Pemprov DKI Lakukan Cara Ini sebagai Pencegahan Penyebaran Penyakit Hepatitis

Megapolitan
Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Saksi Pembunuhan Laki-laki di Cibitung: Korban Sudah seperti Anak Saya Sendiri

Megapolitan
'Mama is My Hero' Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

"Mama is My Hero" Bantu Ibu-ibu Tulang Punggung Keluarga di Jakarta Utara

Megapolitan
Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Anies Tinggal 5 Bulan Menjabat Gubernur, Komisi D DPRD DKI Soroti PR yang Belum Rampung

Megapolitan
Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Dua Mobil di Kebayoran Lama Dilempari Batu, Polisi Sisir Lokasi dan Periksa Tiga Saksi

Megapolitan
Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Saat Neneng Umaya Nekat Bunuh si Pelakor akibat Terbakar Api Cemburu

Megapolitan
Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Meski Boleh Lepas Masker di Tempat Terbuka, Pengguna KRL Tetap Wajib Pakai Masker di Area Stasiun dan Kereta

Megapolitan
Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Rumah Warga Sukmajaya Depok Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Berselang 15 Menit 2 Mobil Dilempari Batu hingga Kacanya Pecah di Kebayoran Lama

Megapolitan
Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Laporkan Ormas yang Meresahkan ke Polisi, Warga: Kami Minta Ormas Ini Dipindah

Megapolitan
Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Cerita Siswa Asal Purwakarta Atasi Kegugupan Jelang UTBK di UI

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Kapasitas Penumpang KRL Jabodetabek Naik Jadi 80 Persen

Mulai Hari Ini, Kapasitas Penumpang KRL Jabodetabek Naik Jadi 80 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.