Material Bangunan Sumbat Saluran di Jalan Jalan DI Panjaitan

Kompas.com - 18/10/2016, 22:06 WIB
Banjir merendam terowongan Cawang dari Kebon Nanas ke arah UKI di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Rabu (29/1). Terowongan tol Halim dari Bekasi arah Tanjung Priok juga ditutup karena banjir setinggi 80 cm merendam ruas jalan tol. Kompas/Agus Susanto (AGS) AGUS SUSANTOBanjir merendam terowongan Cawang dari Kebon Nanas ke arah UKI di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Rabu (29/1). Terowongan tol Halim dari Bekasi arah Tanjung Priok juga ditutup karena banjir setinggi 80 cm merendam ruas jalan tol. Kompas/Agus Susanto (AGS)
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS — Saluran air di ruas jalan arteri Cawang, persisnya di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, masih tersumbat oleh endapan pasir dan semen yang diduga dari proyek pembangunan gedung tak jauh dari kawasan itu. Setiap kali hujan mengguyur, air di saluran langsung meluap dan memicu genangan minimal setinggi 20 sentimeter.

Bahan material pembangunan gedung itu menyumbat saluran air di sisi Jalan DI Panjaitan arah Cawang-Tanjung Priok. Jenis material yang menyumbat saluran air itu adalah pasir, semen, beserta endapan tanah. Material memenuhi saluran karena ikut terhanyut hujan dari area pembangunan gedung ke saluran air yang ada di depannya.

Rokhim (30), petugas Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur, Senin (17/10), mengatakan, lebih dari separuh rongga saluran air selebar 1,5 meter dengan kedalaman hampir 2 meter itu pun dipenuhi endapan material bangunan. Akibatnya, air yang semestinya mengalir ke Pompa Berantas dan Pompa Wika Cawang kini hanya dapat mengalir ke pompa Wika Cawang. "Endapan itu lumpur pasir yang sudah tercampur tanah," katanya.

Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur Yose Rizal mengatakan, penyumbatan di saluran itu sudah dua kali ini memicu genangan di Jalan DI Panjaitan. Terakhir kali genangan setinggi 20 cm di Jalan DI Panjaitan saat hujan deras pada Minggu kemarin.

"Kami sudah memperingatkan perusahaan kontraktor bersangkutan untuk mengeruk endapan material dari saluran air. Namun, sepertinya tidak maksimal. Genangan masih terjadi," jelasnya.

Sekretaris Perusahaan PT Wika, Suradi, mengatakan, tidak benar jika genangan di Jalan DI Panjaitan disebabkan sedimentasi adonan semen yang memenuhi saluran air dari pembangunan gedung Yodya Tower yang dikerjakan oleh pihaknya. "Di saluran air di depan gedung itu tak ditemukan sedimentasi," kata Suradi.

Tim proyek pembangunan Yodya Tower pun, kata Suradi, memiliki jadwal rutin membersihkan saluran di depan gedung yang sedang dibangun itu dari endapan lumpur sebanyak tiga kali dalam seminggu. Gedung yang akan dijadikan kantor pusat PT Yodya Karya itu juga telah dilengkapi paranet atau jaring pada bagian saluran airnya untuk menjaring material bangunan yang hanyut terbawa ke saluran air lingkungan.

Tolak superblok

Warga Perumahan Tanjung Mas Raya, Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menolak pembangunan superblok berupa apartemen, mal, dan pertokoan di lahan resapan tak jauh dari perumahan mereka. Warga khawatir pembangunan kompleks tersebut akan mengakibatkan banjir dan krisis air bersih bagi warga.

Pembangunan di lahan 5.000 meter persegi itu sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Warga memasang spanduk-spanduk penolakan di sekitar proyek, tetapi pembangunan tetap berjalan. Di lahan itu menurut rencana akan dibangun kompleks super setinggi 29 lantai.

Perwakilan warga Edi Mulyono (60) mengatakan, lahan tersebut merupakan lahan resapan yang menampung air hujan di sekitar kawasan itu. "Kalau dibangun, kami khawatir nanti banjir seperti Kemang akan terjadi juga di sini," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Megapolitan
PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

Megapolitan
RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

Megapolitan
Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Megapolitan
PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

Megapolitan
DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

Megapolitan
Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Megapolitan
Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Megapolitan
WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

Megapolitan
Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Megapolitan
Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Megapolitan
Mengenal GrabWheels, Satu Wujud dari Tranportasi Pintar di Indonesia

Mengenal GrabWheels, Satu Wujud dari Tranportasi Pintar di Indonesia

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap 2 Siswi di Kebon Jeruk

Ini Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap 2 Siswi di Kebon Jeruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X