Tawaran Bisnis ala Ahok untuk Warga di Kepulauan Seribu dan Rusun

Kompas.com - 19/10/2016, 06:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat wawancara bersama wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/10/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat wawancara bersama wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/10/2016).
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang memberdayakan masyarakat untuk berbisnis dan membuat usaha sendiri. Uji coba sudah dilakukan lebih dulu di Kepulauan Seribu.

Pemprov DKI menyediakan modal untuk warga yang ingin berbisnis tambak ikan. Nantinya, ada sistem bagi hasil atas keuntungan yang diperoleh warga dari bisnis tambak ikan ini. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembagian hasil dibuat untuk menguntungkan warga, yaitu 80:20.

Sebanyak 80 persen keuntungan diberikan untuk warga, dan 20 persen untuk Pemprov DKI. Ahok mengatakan, sistem pembagian hasil ini tidak lazim karena umumnya pemodal mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Namun, kata Ahok, ini bukan bisnis murni. Ini merupakan program pemerintah untuk menyejahterakan warga.

"Kalau enggak mau, lu cari tau deh ke mana yang mau bagi-bagi 80:20," ujar Ahok di Kepulauan Seribu, Selasa (27/9/2016).

Program semacam ini tidak hanya tersedia untuk warga Kepulauan Seribu. Program ini juga disediakan untuk warga yang tinggal di rusun. Hal ini bermula ketika Ahok melihat rusun tidak berbeda dengan perusahaan konveksi besar.

Para ibu yang setiap hari berada di rusun bisa mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan uang. Ahok sudah menginstruksikan agar pelatihan menjahit masuk ke rusun-rusun hari ini. Ahok ingin warga rusun belajar membuat kasur atau yang lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya kepengin semua warga rusun ada penghasilan," ujar Ahok, Selasa (18/10/2016). (Baca: Bisnis Ahok di Kepulauan Seribu)

Sebanyak 20 persen keuntungan yang didapat Pemprov DKI juga akan dialokasikan untuk warga. Nantinya, Pemprov DKI akan mempersiapkan program koperasi dengan menggunakan keuntungan yang didapat dari 20 persen itu.

Tidak ada kelompok

Sejatinya, program pemberdayaan dari pemerintah seperti ini diberikan kepada satu kelompok masyarakat atau koperasi. Dengan demikian, warga yang ingin mendapat modal usaha harus membuat kelompok koperasi dulu.

Namun, bisnis ala Ahok untuk warga ini tidak mewajibkan adanya kelompok. Malahan, bantuan modal diberikan kepada orang per orang saja.

"Saya enggak mau bagi buat kelompok. Saya sudah tahu kalau per kelompok, kepala untung duluan," ujar Ahok.

Kata Ahok, jika diberi untuk kelompok, biasanya warga asal memasukkan orang ke kelompok itu. Padahal, orang yang dimasukkan tidak memiliki minat untuk berbisnis bersama Pemprov DKI.

Akhirnya, yang memperoleh keuntungan hanya segelintir. Jika diberi untuk orang per orang, Ahok mengatakan, bisnis akan dilakukan oleh orang yang rajin dan mau bekerja keras. Jika orang tersebut berhasil, orang lain akan bergabung dengan dia. (Baca: Ahok Ingin Warga Rusun Marunda Dilatih Berbisnis Konveksi)

Nantinya, hanya orang rajin-lah yang bisa menjadi bos di bisnis itu. Sebab, Pemprov DKI akan memberikan bantuan modal sesuai hasil usaha warga.

"Kita ada aturan main. Saya orangnya sederhana saja; kalau enggak mau rajin kerja, out saja enggak usah banyak omong," ujar Ahok.

Kompas TV Sophia Latjuba Jadi Juru Bicara Pribadi Ahok?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Tersangka Mutilasi di Bekasi Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Membunuh

Megapolitan
Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Komisi D Dorong Pemprov DKI Prioritaskan Uji Emisi Kendaraan Umum

Megapolitan
Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Motif Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Pengusaha Mal Sebut PPKM Level 3 Nataru Akan Membuat Tingkat Kunjungan Terkoreksi

Megapolitan
PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Tidak Akan Efektif Menahan Covid-19

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Sopir Berencana Ganti Rugi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Polisi Tangkap 2 Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi, Satu Masih Buron

Megapolitan
Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Polisi Agendakan Pemeriksaan Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil

Megapolitan
Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

Sopir Mercy Lawan Arah di Tol JORR Diduga Pikun, Polisi: Keluarganya Bilang Begitu

Megapolitan
Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Cegah Bentrokan, Polisi Bakal Tertibkan Atribut Ormas di Tangerang

Megapolitan
Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak "Paket" di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Megapolitan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Megapolitan
Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Megapolitan
RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.