Djarot Larang Memburu Tikus Gunakan Racun

Kompas.com - 19/10/2016, 20:53 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meninjau tempat penampungan sementara pedagang Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016) siang. Alsadad RudiWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meninjau tempat penampungan sementara pedagang Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016) siang.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
 Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melarang penggunaan racun tikus jika gerakan basmi tikus jadi direalisasikan. Djarot menyebut larangan penggunaan racun disebabkan kekhawatiran akan salah sasaran.

"Racun tikus berbahaya. Kalau yang makan kucing gimana? Terus kalau dia tidak langsung mati terus lari ke mana-mana," ujar Djarot di sela-sela kunjungannya ke Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).

(Baca: Djarot Larang Warga Memburu Tikus dengan Senjata Api)

Menurut Djarot, selain racun, alat lain yang dilarang adalah senapan, baik api maupun angin. Ia menyebut penggunaan perangkap saat memburu tikus masih diperbolehkan.

"Yang boleh perangkap tikus terserah mau gimana," ujar Djarot.

Teknis mengenai pelaksanaan program ini kemungkinan dilaksanakan dengan dengan cara warga diminta untuk memburu tikus yang berkeliaran di lingkungan tempat tinggalnya. Tikus yang ditangkap kemudian dikumpulkan di kantor kelurahan dan dihargai Rp 20.000 per ekor.

Bangkai-bangkai tikus yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi pupuk. Djarot menyarankan agar perburuan dilakukan dengan sistem kerja bakti.

"Waktu kerja bakti kan pasti ada tikus. Bunuh di situ. Buru. Nanti bisa langsung diuangkan untuk biaya kerja bakti dan konsumsi," kata Djarot.

(Baca: Penyakit karena Kencing Tikus Terbanyak Ditemukan di Jakarta Barat)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

Megapolitan
Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Megapolitan
Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Megapolitan
Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Megapolitan
Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Megapolitan
300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Megapolitan
Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Megapolitan
Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Megapolitan
Kedapatan Langgar PSBB Saat Disidak, Sebuah Perusahaan di Jalan Sudirman Ditutup

Kedapatan Langgar PSBB Saat Disidak, Sebuah Perusahaan di Jalan Sudirman Ditutup

Megapolitan
Pasien Covid-19 Gratis Isolasi Mandiri di Hotel atas Rekomendasi Puskesmas

Pasien Covid-19 Gratis Isolasi Mandiri di Hotel atas Rekomendasi Puskesmas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X