Kadishub DKI Beberkan Kesalahan yang Diduga Menyebabkan JPO Pasar Minggu Roboh

Kompas.com - 20/10/2016, 06:40 WIB
Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah sebelum mengikuti rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (18/7/2016). Rapat digelar dalam rangka membahas kelanjutan wacana kebijakan pelat ganjil genap. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAKepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah sebelum mengikuti rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (18/7/2016). Rapat digelar dalam rangka membahas kelanjutan wacana kebijakan pelat ganjil genap.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah menduga ada kesalahan pemasangan papan reklame di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Akibat kesalahan pemasangan tersebut, menyebabkan JPO tersebut roboh tertepa angin beberapa waktu lalu.

"Reklame itu tidak boleh ya nempel di railing, dia harus nempel di gelagar. Karena railing itu didesain bukan untuk reklame," ujar Andri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (19/10/2016).

Andri juga menyebut ada kesalahan mengenai ukuran papan reklame di JPO Pasar Minggu. Menurut dia, seharusnya lebar reklame tidak boleh lebih dari satu meter.

"Reklame itu lebarnya, tingginya itu harus 1 meter. Faktanya berapa, 3 meter kali 20 meter. Bayangkan itu," ucapnya.

Atas dasar itu, menurut Andri, mau sebagus apapun bahan material JPO tersebut pasti akan roboh jika tertiup angun kencang. Sebab, tiupan angin tertahan oleh lebar dari papan reklame.

"Mau top kayak gimana juga kalau kayak kemarin cuaca ekstrim, jebol, betul kan? Yang ketiga, silahkan saja deh, silahkan anda cari tahu ke mana itu duitnya reklamenya," kata Andri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski mengungkapkan banyak kesalahan yang menyebabkan JPO roboh, Andri tak mau mengungkapkan dalam kasus ini siapa yang bersalah. Ia menyerahkan semua proses penyidikan kepada pihak kepolisian.

"Yang salah saya enggak tahu, saya hanya menyatakan fakta di lapangan seperti itu, kalau salahnya perlu ada penelitian, kalau itu sudah ditangani pihak kepolisian, faktanya seperti itu," ujarnya. (Baca: JPO di Jakarta Tak Dirancang Kuat Menahan Angin Kencang dan Gempa)

Andri menjelaskan, JPO di Pasar Minggu dibuat pada tahun 2002. Menurut dia, usia JPO tersebut bisa mencapai tahun 2032 jika tidak ada kesalahan pemasangan papan reklame. Ia mengungkapkan, dalam pemasangan papan reklame tersebut, pihaknya tidak diminta untuk memberikan rekomendasi.

Padahal, Dishubtrans sebagai pihak penanggungjawab semua JPO yang ada di Jakarta harusnya dimintai rekomendasi. JPO di Pasar Minggu, Jakarta Selatan ambruk pada Sabtu (24/9/2016) lalu.

Untuk sementara, penyebab ambruknya JPO karena tidak kuat menahan beban saat terjadi angin kencang. Peristiwa itu menyebabkan tiga orang tewas dan sejumlah orang lainnya mengalami cedera berat.

Kompas TV Papan Reklame Dibongkar Untuk Antisipasi JPO Roboh
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Selidiki Penyebab KRL Anjlok di Ciputat, KAI Cek Semua Sarana Prasarana

Megapolitan
Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Dinas SDA DKI: Pembangunan Sumur Resapan Telah Dievaluasi agar Berfungsi Optimal

Megapolitan
Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Wakil Camat Mampang: Sumur Resapan Telah Teruji Kurangi Genangan atau Banjir

Megapolitan
16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

16.035 Sumur Resapan Sudah Dibangun di Jakarta, Targetnya 1.150.242

Megapolitan
Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Perintah Anies: Sumur Resapan Harus Berfungsi Optimal dan Jangan Membahayakan!

Megapolitan
KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

KRL Anjlok di Ciputat, Penumpang Sebut Keberangkatan Kereta dari Stasiun Tanah Abang Telat 1 Jam

Megapolitan
Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Anies Instruksikan Anak Buah Evaluasi Pembangunan Sumur Resapan

Megapolitan
DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

DPRD DKI Ancam Coret Anggaran Proyek Sumur Resapan 2 Tahun Berturut-turut

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Sumur Resapan Ambles, Diaspal, lalu Dilubangi, Komisi D DPRD DKI Curiga Perencanaannya Salah

Megapolitan
KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

KRL Anjlok Dievakuasi, Pengendara Sudah Dapat Lewati Pelintasan Sebidang di Ciputat

Megapolitan
Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Kadishub Depok Akui Banyak Pengemudi Mobil Belum Tahu Penerapan Ganjil Genap di Margonda

Megapolitan
4 dari 10 Gerbong KRL yang Anjlok di Pelintasan Ciputat Ditarik Kereta Penolong

4 dari 10 Gerbong KRL yang Anjlok di Pelintasan Ciputat Ditarik Kereta Penolong

Megapolitan
Ada 29 Sumur Resapan Ditutup Aspal di Lebak Bulus, Semuanya Akan Dilubangi

Ada 29 Sumur Resapan Ditutup Aspal di Lebak Bulus, Semuanya Akan Dilubangi

Megapolitan
KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, KAI: Itu Kereta Cadangan, Tak Layani Penumpang

KRL Anjlok di Pelintasan Ciputat, KAI: Itu Kereta Cadangan, Tak Layani Penumpang

Megapolitan
Tinjau Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Diaspal, Sekda DKI Tak Beri Keterangan Apa Pun ke Wartawan

Tinjau Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus yang Diaspal, Sekda DKI Tak Beri Keterangan Apa Pun ke Wartawan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.