Kompas.com - 20/10/2016, 09:54 WIB
Sejumlah penumpang menggunakan Bus Vintage Transjakarta sebagai angkutan umum di halte Busway Blok M, Jakarta Selatan. Minggu ( 27/11/2016). Bus Vintage Transjakarta dibuat untuk mengenang kejayaan bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah penumpang menggunakan Bus Vintage Transjakarta sebagai angkutan umum di halte Busway Blok M, Jakarta Selatan. Minggu ( 27/11/2016). Bus Vintage Transjakarta dibuat untuk mengenang kejayaan bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menjelaskan penyebab keterlambatan pengadaan bus transjakarta. Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, sebelumnya mengkritisi realisasi bus transjakarta yang jauh dari target.

Basuki yang juga merupakan bakal calon gubernur itu mengaku memerlukan waktu untuk menambah unit bus transjakarta.

"Kami bus kenapa agak lambat, karena kan kamu kasih kesempatan karoseri lokal (untuk merakit bus)," kata Basuki atau Ahok, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (19/10/2016) malam.

Ahok tak mau lagi membeli bus transjakarta dengan merek dan kualitas rendah. Dia mengaku memaksa seluruh produsen otomotif dunia untuk menyediakan bus dengan kualitas baik ke Jakarta. Termasuk Mercedes Benz, Scania, MAN, dan lain-lain.

"Saya bilang sama orang Mercedes, Scania, Volvo, atau MAN, bus terbaik yang ada di negeri kamu, saya mau ada di Jakarta. Tapi bukan impor utuh. Anda bangun busnya di sini kerjasama dengan karoseri lokal. Jadi kami butuh waktu," kata Ahok.

Ahok memilih untuk mengadakan unit bus transjakarta kualitas dunia dengan waktu lama. Dibanding mengadakan bus-bus kualitas rendah.

Dia meyakini masyarakat akan tertarik beralih menggunakan bus transjakarta. Jika kualitas bus semakin baik, headway atau waktu tempuh semakin sedikit, dan sterilisasi terjaga.

"Makanya saya katakan, pelayanan kami harus kelas dunia," kata Ahok.

Rencananya, Ahok akan memesan bus seperti bus wisata yang dapat masuk ke dalam perumahan. Agar masyarakat kelas menengah atas mau beralih menggunakan bus. Desainnya, seluruh kursi menghadap ke depan. Ia menargetkan bus-bus tersebut sudah tersedia di Jakarta, akhir tahun ini.

"Tinggal kami memperbanyak park and ride. Kami akan mengambil dan memanfaatkan lahan-lahan sengketa," kata Ahok. (Baca: Sandiaga: Bilangnya Tambah 1.000 Bus, Realisasinya cuma 100)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Resmi, Street Race Kabupaten Bekasi di Meikarta Akan Digelar Februari

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah Berhenti di Tol untuk Sesi Dokumentasi, Langsung Ditegur Polisi

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Depan Balai Kartini yang Tewaskan 1 Sopir...

Megapolitan
Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Dua Orang Awak Angkut Bandara Asal China Diperiksa Usai Bawa Kargo Tanpa Pemberitahuan

Megapolitan
Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster di DKI Jakarta

Megapolitan
Kecelakaan antara Dua Truk di Jalan Gatot Soebroto, Satu Sopir Tewas

Kecelakaan antara Dua Truk di Jalan Gatot Soebroto, Satu Sopir Tewas

Megapolitan
Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Polisi Ringkus Pelaku

Pencopetan di Terminal Pulogadung Terekam Kamera Warga, Polisi Ringkus Pelaku

Megapolitan
Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Akan Beroperasi Senin-Jumat pada Jam Sibuk

Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Akan Beroperasi Senin-Jumat pada Jam Sibuk

Megapolitan
Mulai Senin, Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi

Mulai Senin, Rute Transjakarta Ciputat-Tosari Kembali Beroperasi

Megapolitan
Pasien yang Diduga Meninggal akibat Varian Omicron Sempat Dirawat Intensif Dua Hari

Pasien yang Diduga Meninggal akibat Varian Omicron Sempat Dirawat Intensif Dua Hari

Megapolitan
Menyoal Kenaikan 5,1 Persen UMP DKI Jakarta 2022

Menyoal Kenaikan 5,1 Persen UMP DKI Jakarta 2022

Megapolitan
Minta Masyarakat Waspada Penularan Omicron, Wagub DKI: Tidak Boleh Anggap Enteng

Minta Masyarakat Waspada Penularan Omicron, Wagub DKI: Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.