Djarot Targetkan Gerakan Basmi Tikus Diuji Coba Tahun 2016

Kompas.com - 20/10/2016, 14:54 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berada di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/8/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berada di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/8/2016).
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menargetkan gerakan basmi tikus dapat mulai diuji coba pada 2016. Saat ini, Asisten Sekda bidang Pemerintahan DKI Jakarta, Bambang Sugiyono, tengah menyusun prosedur tetap (protap) pelaksanaan kebijakan tersebut.

"Kami uji coba tahun ini. Kalau bagus, tahun depan kami lanjutkan," kata Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Di dalam pelaksanaannya, kebijakan ini akan melibatkan kelurahan, petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU), satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, serta masyarakat. Namun, Djarot belum mengetahui SKPD mana yang memungkinkan untuk menjalankan kebijakan ini.

"Kami sisir (SKPD) mana yang memungkinkan untuk pembasmian hama," kata Djarot.

(Baca: Genderang Perang Melawan Tikus Got di Jakarta Dimulai)

Setelah penyusunan protap rampung dikerjakan, kebijakan ini akan disosialisasikan ke kelurahan. Sehingga kelurahan akan mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut.

Djarot menyebut, sudah ada anggaran untuk kegiatan pembasmian hama sebesar Rp 80 juta di dalam pos anggaran Biro Umum DKI Jakarta. Nantinya akan ditambah dengan anggaran dari pos SKPD lain yang terkait dengan kebijakan tersebut.

"Tapi kami harapkan hama di Jakarta ini bisa habis. Bayangkan, kalau Rp 80 juta saja sebagai gambaran, itu setara dengan 40 ribu tikus, akeh (banyak) banget itu," kata Djarot.

(Baca: Djarot Sebut Tersedia Anggaran Rp 80 Juta untuk Basmi Tikus)

Program gerakan basmi tikus ini bertujuan untuk mengantisipasi merebaknya penyakit yang ditimbulkan tikus. Sebab, menurut Djarot, penyakit dari tikus kerap menyerang anak-anak.

Perkembangbiakan tikus juga dinilai semakin meningkat tiap harinya, terutama di permukiman padat penduduk. Warga rencananya akan mendapat Rp 20.000 untuk tiap ekor tikus yang ditangkap.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Musim Hujan Datang, Pemkot Jaktim Baru Mulai Bersihkan Selokan dan Bangun Sumur Resapan di Cibubur

Musim Hujan Datang, Pemkot Jaktim Baru Mulai Bersihkan Selokan dan Bangun Sumur Resapan di Cibubur

Megapolitan
Wagub DKI: Tempat Pengungsian Korban Banjir Disiapkan Dua Kali Lipat demi Jaga Jarak

Wagub DKI: Tempat Pengungsian Korban Banjir Disiapkan Dua Kali Lipat demi Jaga Jarak

Megapolitan
Pemprov dan DPRD DKI Bahas Rancangan Perda soal Covid-19

Pemprov dan DPRD DKI Bahas Rancangan Perda soal Covid-19

Megapolitan
Gate 13 Stadion Patriot Kini Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Gate 13 Stadion Patriot Kini Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Megapolitan
Anies Terbitkan Ingub Pengendalian Banjir di Musim Pancaroba

Anies Terbitkan Ingub Pengendalian Banjir di Musim Pancaroba

Megapolitan
2.832 Meter Kubik Sampah Diangkut dari 2 Pintu Air di Jakarta, Kemarin

2.832 Meter Kubik Sampah Diangkut dari 2 Pintu Air di Jakarta, Kemarin

Megapolitan
[Update Covid-19 Depok 22 September]: 102 Kasus Baru, 3 Pasien Meninggal

[Update Covid-19 Depok 22 September]: 102 Kasus Baru, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini, Bogor Hujan

BMKG: Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini, Bogor Hujan

Megapolitan
Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X