Kompas.com - 21/10/2016, 14:43 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berbincang dengan pedagang di tempat penampungan sementara Pasar Rumput, Jakarta, Rabu (19/10/2016). Pada peninjauan tersebut, Djarot mendengarkan keluhan pedagang di tempat penampungan sementara. TRIBUNNEWS / HERUDINWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berbincang dengan pedagang di tempat penampungan sementara Pasar Rumput, Jakarta, Rabu (19/10/2016). Pada peninjauan tersebut, Djarot mendengarkan keluhan pedagang di tempat penampungan sementara.
Penulis Jessi Carina
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bercerita mengenai dirinya yang diprotes oleh Ombudsman RI terkait pungli.

Dia diperlihatkan sebuah foto yang menunjukkan adanya PKL yang memberikan uang kepada petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).

"Pas di Ombudsman mungkin penjual itu merasa berterima kasih karena sampahnya diurusi. Lalu dikasih tip kepada PPSU dan dipotret Ombudsman," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (21/10/2016).

(Baca juga: Ruhut Mundur dari DPR demi Menangkan Ahok, Ketua Tim Ahok-Djarot Ucap "Alhamdulillah")

Djarot mengatakan, sebenarnya tidak masalah apabila uang tersebut merupakan tip yang diberikan warga kepada PPSU.

Namun, akan menjadi masalah apabila uang itu merupakan pungli untuk menempati lahan-lahan tertentu di area CFD.

"Enggak boleh lahan itu diperjualbelikan," ujar Djarot.

Jika hal itu dibiarkan, Djarot khawatir lahan di trotoar akan diokupasi oleh PKL saat CFD.

Masalah pungli ini melatarbelakangi Pemprov DKI untuk membuat situs web khusus CFD. Situs itu bisa diakses di www.hbkb.jakarta.go.id.

Djarot mengatakan, PKL yang berjualan di area CFD bisa mendaftar di sana agar dapat ditata Pemprov DKI.

(Baca juga: Djarot Sebut Kepuasan Masyarakat DKI Tinggi Juga berkat Pekerja di Lapangan)

Hal ini juga berlaku bagi kelompok warga yang ingin mengadakan kegiatan di area CFD.

Warga bisa mendaftarkan acara mereka agar bisa ditata Pemprov DKI.

"Jadi lokasi tempatnya supaya enggak tabrakan dan enggak mengganggu mereka yang naik sepeda, lari, atau jalan kaki," ujar Djarot.

Kompas TV Pemprov DKI Tanggung Pengobatan Pekerja di Kali Ciliwung
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Sekolah Ditutup akibat Covid-19, Disdik DKI Jakarta: Tak Ada Perubahan Kebijakan PTM 100 Persen

Belasan Sekolah Ditutup akibat Covid-19, Disdik DKI Jakarta: Tak Ada Perubahan Kebijakan PTM 100 Persen

Megapolitan
Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Guncangan Gempa Magnitudo 5,4 di Bayah Banten Pagi Ini Terasa hingga Jakarta Timur

Megapolitan
Mengapa Pemprov DKI Ngotot Gelar PTM meski Sudah Muncul Kasus Covid-19 di 15 Sekolah? Ini Alasannya

Mengapa Pemprov DKI Ngotot Gelar PTM meski Sudah Muncul Kasus Covid-19 di 15 Sekolah? Ini Alasannya

Megapolitan
Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok di Jakarta Utara, Polisi Amankan Seorang Pelaku

Megapolitan
Kronologi Melesatnya Omicron di Jakarta, Capai 720 Kasus dalam Sebulan

Kronologi Melesatnya Omicron di Jakarta, Capai 720 Kasus dalam Sebulan

Megapolitan
Rencana Kenaikan Tarif KRL Rp 2.000 untuk 25 Kilometer Pertama Tuai Pro dan Kontra

Rencana Kenaikan Tarif KRL Rp 2.000 untuk 25 Kilometer Pertama Tuai Pro dan Kontra

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Tambah 24 Kasus di Kota Tangerang, 150 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 16 Januari: Tambah 24 Kasus di Kota Tangerang, 150 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Usai Giring Terperosok ke Kubangan Lumpur, Gubernur Anies Undang Nidji Check Sound di JIS

Usai Giring Terperosok ke Kubangan Lumpur, Gubernur Anies Undang Nidji Check Sound di JIS

Megapolitan
Omicron di Jakarta Meluas, Gejala Ringan tapi Tak Boleh Dianggap Enteng

Omicron di Jakarta Meluas, Gejala Ringan tapi Tak Boleh Dianggap Enteng

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas ke Sekolah-sekolah di Jakarta, Belajar Tatap Muka Masih Berjalan

Kasus Covid-19 Terus Meluas ke Sekolah-sekolah di Jakarta, Belajar Tatap Muka Masih Berjalan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Pemkot Tangsel Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sumur Banten

Megapolitan
Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Alarm Bahaya dari Jakarta, Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan dan Jadi Medan Perang Pertama Hadapi Omicron

Megapolitan
Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Acungkan Sajam ke Arah Warga Cimanggis, Pelaku Disebut Masih Berkaitan dengan Geng Tipar dan KM29

Megapolitan
Lanjutan Sidang Kasus Terorisme Munarman Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi

Lanjutan Sidang Kasus Terorisme Munarman Hari Ini, JPU Hadirkan Saksi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Siang hingga Sore

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.