Djarot: Ada Enggak Orang Waras Ternak Tikus?

Kompas.com - 21/10/2016, 15:48 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berbincang dengan pedagang di tempat penampungan sementara Pasar Rumput, Jakarta, Rabu (19/10/2016). Pada peninjauan tersebut, Djarot mendengarkan keluhan pedagang di tempat penampungan sementara. TRIBUNNEWS / HERUDINWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berbincang dengan pedagang di tempat penampungan sementara Pasar Rumput, Jakarta, Rabu (19/10/2016). Pada peninjauan tersebut, Djarot mendengarkan keluhan pedagang di tempat penampungan sementara.
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menjawab komentar bakal cagub DKI, Anies Baswedan, soal Gerakan Basmi Tikus. Anies sebelumnya menyamakan kebijakan itu dengan kasus gerakan membasmi ular kobra di India yang berujung pada ternak kobra.

"Waduh, beda ternak kobra sama tikus. Ada enggak orang waras ternak tikus?" kata Djarot di Jalan Aup Rawa Minyak, Pasar Minggu, Jumat (21/10/2016).

Menurut Djarot, tidak akan ada orang yang beternak tikus hanya karena kebijakan Gerakan Basmi Tikus. Djarot mengatakan, tikus tidak memiliki predator di Jakarta.

Seharusnya, hewan pemakan tikus adalah ular. Namun, populasi ular untuk membasmi tikus tidak banyak.

"Jadi predatornya tikus di Jakarta ya harus orang, supaya enggak beranak pinak," ujar Djarot.

Ia mengatakan, nantinya pihak kelurahan yang akan mengoordinasi teknis pengumpulan tikus-tikus yang ditangkap warga. Setelah dihitung di kelurahan, barulah tikus tersebut diserahkan ke Dinas Kebersihan untuk dikuburkan.

Dia juga menegaskan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan warga yang menangkap tikus. Warga tidak boleh menggunakan senapan angin dam racun ketika menangkap tikus.

"Gunakan perangkap, ada kan pengasapan, malam hari terutama," kata Djarot.

Anies Baswedan sebelumnya menceritakan pengalaman Pemerintah India dalam membasmi ular kobra dengan memberikan harga untuk setiap kobra. Anies menceritakan hal ini saat diminta tanggapannya soal pembasian tikus yang diwacanakan Djarot.

"Di India pernah ada obral, satu kobra diberi harga. Lalu yang terjadi adalah orang justru pada beternak kobra," kata Anies, Kamis kemarin.

Akhirnya, kata Anies, Pemerintah India memutuskan untuk tidak lagi membeli kobra tersebut. Imbasnya, para peternak membebaskan ular kobra tersebut.

"Jadi malah banjir kobra. Itu kejadian di India," kata Anies.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Pemprov DKI Diimbau Tak Bepergian ke Luar Kota Selama Libur Panjang

ASN Pemprov DKI Diimbau Tak Bepergian ke Luar Kota Selama Libur Panjang

Megapolitan
Penumpang di Bandara Soetta Diprediksi Meningkat 15 Persen Saat Libur Panjang

Penumpang di Bandara Soetta Diprediksi Meningkat 15 Persen Saat Libur Panjang

Megapolitan
Anies Ingin Pelajar Ikut Bahas Permasalahan Bangsa seperti Isu UU Cipta Kerja

Anies Ingin Pelajar Ikut Bahas Permasalahan Bangsa seperti Isu UU Cipta Kerja

Megapolitan
Cegah Pelajar Ikut Demo, Polda Metro Panggil Kepala Sekolah Se-Jabodetabek

Cegah Pelajar Ikut Demo, Polda Metro Panggil Kepala Sekolah Se-Jabodetabek

Megapolitan
25 Rumah di Belakang Senayan City Terbakar, Diduga akibat Korsleting

25 Rumah di Belakang Senayan City Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Melukai Seorang Ibu di JPO TB Simatupang, Perampok Ditangkap Warga

Melukai Seorang Ibu di JPO TB Simatupang, Perampok Ditangkap Warga

Megapolitan
Libur Panjang, Simak Persyaratan Dokumen Perjalanan yang Perlu Disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta

Libur Panjang, Simak Persyaratan Dokumen Perjalanan yang Perlu Disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Sekel Gondangdia Terkejut Temukan Ular Sanca 2 Meter di Kolong Meja Ruangannya

Sekel Gondangdia Terkejut Temukan Ular Sanca 2 Meter di Kolong Meja Ruangannya

Megapolitan
Pemprov DKI Hanya Mampu Awasi Ruang Publik, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan di Rumah

Pemprov DKI Hanya Mampu Awasi Ruang Publik, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan di Rumah

Megapolitan
Bunuh PSK yang Disewanya di Bekasi, Seorang Pria Ditangkap

Bunuh PSK yang Disewanya di Bekasi, Seorang Pria Ditangkap

Megapolitan
Libur Panjang, Penumpang Kereta Diimbau Rapid Test H-1 Keberangkatan

Libur Panjang, Penumpang Kereta Diimbau Rapid Test H-1 Keberangkatan

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Anies Imbau Warga Tak Copot Masker Saat Kumpul Keluarga

Jelang Libur Panjang, Anies Imbau Warga Tak Copot Masker Saat Kumpul Keluarga

Megapolitan
Pemkot Depok Akan Sediakan Lebih dari 1.600 Titik Wifi Gratis di Setiap RW untuk Belajar Online

Pemkot Depok Akan Sediakan Lebih dari 1.600 Titik Wifi Gratis di Setiap RW untuk Belajar Online

Megapolitan
2 Pencari Suaka Asal Afganistan Positif Covid-19, Puluhan WNA Lain Akan Dites Swab

2 Pencari Suaka Asal Afganistan Positif Covid-19, Puluhan WNA Lain Akan Dites Swab

Megapolitan
Diminta Bongkar Bangunan di Bantaran Kali Poncol, Warga Diberi Waktu hingga Minggu Kedua November

Diminta Bongkar Bangunan di Bantaran Kali Poncol, Warga Diberi Waktu hingga Minggu Kedua November

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X