Peningkatan Elektabilitas Agus-Sylviana buat Pendukung Lebih Bersemangat Hadapi Pilkada DKI

Kompas.com - 23/10/2016, 14:29 WIB
Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur berfoto bersama di sela-sela pemeriksaan kesehatan di RS Mintoharjo, Jakarta, Sabtu (24/9/2016). ISTIMEWATiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur berfoto bersama di sela-sela pemeriksaan kesehatan di RS Mintoharjo, Jakarta, Sabtu (24/9/2016).
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Juru bicara Partai Demokrat Rachlan Nashidik menilai kehadiran bakal calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, berdampak positif terhadap elektabilitas keduanya.

Peningkatan elektabilitas itu ia sebut membuat partai pengusung dan tim pemenangan lebih bersemangat menghadapi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Pasangan tersebut ia anggap mampu meraih simpatik dari warga yang menanti kehadiran wajah baru dalam dunia politik, khususnya kontestasi Pilkada DKI Jakarta.

Menurut Rachlan, peningkatan elektabilitas Agus-Sylviana dapat dilihat dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (S‎MRC).

Dalam survei tersebut, elektabilitas pasangan Agus Harimurti-Sylviana Murni sebesar 22,4 persen, menyalip elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang hanya 20,7 persen.

Adapun elektabilitas pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat masih berada di urutan teratas, mencapai 45,4 persen.

"Faktor kejut, wow effect membuat Agus jadi lebih menarik. Masyarakat melihat Pilkada DKI ini sebagai jembatan peralihan ke generasi politikus baru," ujarnya, Sabtu, (22/10/2016).

(Baca: Survei SMRC: Elektabilitas Agus-Sylvi 22,4 Persen, Anies-Sandiaga 20,7 Persen, Ahok-Djarot...)

Agus sebelumnya merupakan prajurit TNI dan Sylviana merupakan birokrat di Pemprov DKI Jakarta. Pasangan ini berbeda dengan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta lainnya yang merupakan wajah lama di dunia politik.

Menurut Rachlan, Agus-Sylviana baru mulai bersosialisasi pada 4 Oktober 2016. Ia memuji kinerja Agus-Sylviana dan tim pendukungnya yang berhasil memanfaatkan waktu untuk bersosialisasi dengan baik.

‎"Jadi dapat (elektabilitas) 22 persen dalam seminggu itu ya something. Apalagi survei kita (Demokrat) 23 September (elektabilitas Agus-Sylviana) baru 1,7 persen," kata dia.

Meski begitu, lanjut Rachlan, kenaikan elektabilitas ini tidak membuat pihaknya terlena. Pasalnya, target pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN itu adalah memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017. (Taufik Ismail)

(Baca: Teringat Masa Mengabdi di TNI, Agus Yudhoyono Lompat dari Panggung ke Massa Pendukungnya)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X