Harley Davidson Meriahkan Kedatangan Rombongan Agus-Sylvi ke Penetapan Cagub-Cawagub

Kompas.com - 24/10/2016, 15:13 WIB
Salah seorang tim pemenangan Agus-Sylvi memakai Motor Harley Davidson untuk berangkat bersama rombongan menuju tempat penetapan cagub dan cawagub DKI Jakarta di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (24/10/2016). Kahfi Dirga CahyaSalah seorang tim pemenangan Agus-Sylvi memakai Motor Harley Davidson untuk berangkat bersama rombongan menuju tempat penetapan cagub dan cawagub DKI Jakarta di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (24/10/2016).
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, memiliki cara sendiri untuk datang ke tempat penetapan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Agus-Sylvi memilih untuk naik bus Big Bird bersama sejumlah pengurus partai pengusung.

(Baca juga: Agus-Sylviana Kompak Kenakan Batik Bermotif Monas Saat Hadiri Penetapan Cagub-Cawagub DKI)

Menariknya, salah seorang tim pemenangan Agus-Sylvi tampak mengendarai motor Harley Davidson untuk berangkat bersama rombongan menuju Balai Sudirman.

Motor Harley itu berwarna merah. "Iya ini untuk ke sana (Balai Sudirman)," kata pengendara yang enggak disebutkan namanya itu, Senin.

Rombongan Agus-Sylvi juga tergolong cukup banyak. Setidaknya, kurang lebih 10 mobil yang ikut iring-iringan Agus-Sylvi menuju Balai Sudirman.

Sebanyak 10 kendaraan itu terdiri dari tiga bus dan sisanya jenis mobil lainnya.

(Baca juga: SBY dan Bu Ani Tak Ikut Agus-Sylviana ke Acara Penetapan Cagub-Cawagub)

Selain itu, Agus-Sylvi mendapat pengawalan dari patroli pengawal (patwal) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Patwal bertugas membuka jalan agar rombongan Agus-Sylvi terhindar dari kemacetan menuju Balai Sudirman.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rencana Melonggarkan PSBB demi Selamatkan Perekonomian Kota Tangerang

Rencana Melonggarkan PSBB demi Selamatkan Perekonomian Kota Tangerang

Megapolitan
PSBB Transisi di Jakarta, Grafik Kasus Baru Covid-19 Makin Menanjak

PSBB Transisi di Jakarta, Grafik Kasus Baru Covid-19 Makin Menanjak

Megapolitan
Atasi Krisis Pangan Akibat Pandemi, IPB Minta Diversifikasi Pangan Diperkuat

Atasi Krisis Pangan Akibat Pandemi, IPB Minta Diversifikasi Pangan Diperkuat

Megapolitan
Keluarga Korban Peluru Nyasar di Pademangan, Berharap Kasus Segera Terungkap

Keluarga Korban Peluru Nyasar di Pademangan, Berharap Kasus Segera Terungkap

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Herannya Ahok soal Reklamasi Ancol | 30 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Herannya Ahok soal Reklamasi Ancol | 30 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Bertambah 3, Total 437 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 13 Juli: Bertambah 3, Total 437 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak Asal Perancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak Asal Perancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Dishub DKI Akan Tiadakan Jalur Khusus Pesepeda di Sudirman-Thamrin Setiap Hari Minggu

Dishub DKI Akan Tiadakan Jalur Khusus Pesepeda di Sudirman-Thamrin Setiap Hari Minggu

Megapolitan
Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

Megapolitan
Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

Megapolitan
Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Megapolitan
Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Megapolitan
UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X