Djarot Minta Telusuri Oknum PNS yang Disebut Lakukan Pungli terhadap PKL Stasiun Kota

Kompas.com - 25/10/2016, 20:10 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat sidak pedagang kaki lima (PKL) Stasiun Kota, Jakarta Barat, Selasa (25/10/2016). Djarot sidak bersama Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat sidak pedagang kaki lima (PKL) Stasiun Kota, Jakarta Barat, Selasa (25/10/2016). Djarot sidak bersama Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi.
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menelusuri oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada pedagang kaki lima (PKL) Stasiun Kota.

Saat blusukan ke kawasan tersebut, Djarot menerima aduan bahwa pedagang dimintai sejumlah uang oleh oknum petugas.

"Tolong Satpol, itu mesti ada yang ngutip-ngutip (uang), tolong didalami, kalau ada (oknum petugas) yang ngutip, lapor kami," kata Djarot, di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Selasa (25/10/2016).

(Baca juga: Djarot: Penertiban PKL di Stasiun Kota Enggak Benar )

Djarot menyebut ada pedagang yang mengaku diminta uang sebesar Rp 30.000 tiap harinya oleh oknum petugas.

Djarot kemudian menginstruksikan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Royter untuk menelusuri oknum tersebut.

"Makanya dicek siapa oknumnya. Jangan sampai mengutip, terus pakai seragam kami (seragam PNS)," kata Djarot.

Ia menegaskan akan memecat oknum tersebut jika oknum itu terbukti menarik pungli.

"Kalau memang betul itu petugas kami, ya makanya harus dipecat. Dia (petugas) tadi bilang selalu kasih Rp 30.000 ya, kalau betul, maka harus dipecat," kata Djarot.

(Baca juga: "Blusukan" ke Kota Tua, Djarot Minta Satpol PP Copot Poster Agus-Sylviana)

Djarot sebelumnya melakukan sidak saat penertiban PKL Stasiun Kota.

Para pedagang berteriak dan menangis histeris melihat gerobak mereka diangkut ke truk Satpol PP DKI Jakarta.

Bahkan, Djarot dan rombongan sempat dilempar dengan botol, krat, hingga bangku oleh para pedagang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

Megapolitan
Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

Megapolitan
Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X