Polisi Masih Selidiki Kasus CPU Alat Berat Senilai Rp 200 Juta yang Hilang Dicuri

Kompas.com - 26/10/2016, 10:54 WIB
Sejumlah alat berat mengeruk sampah dari dasar Waduk Pluit. Sampah tersebit berasal dari bekas permukiman warga yang pernah mendiami wilayah tersebut, Jumat (16/9/2016) Kompas.com/David Oliver PurbaSejumlah alat berat mengeruk sampah dari dasar Waduk Pluit. Sampah tersebit berasal dari bekas permukiman warga yang pernah mendiami wilayah tersebut, Jumat (16/9/2016)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelidikan kasus pencurian alat central processing unit (CPU) di sebuah alat berat yang dioperasikan Dinas Tata Air DKI Jakarta masih menunggu pihak Dinas Tata Air DKI untuk melengkapi laporan.

Pekerja dari operator alat berat yang datang melapor ke polisi tidak melengkapi persyaratan pelaporan, seperti membawa bukti-bukti kepemilikan alat berat dan belum bisa menjelaskan nilai kerugiannya.

Meski demikian, Kepala Polsek Ciracas Komisaris Sutaini mengaku jajarannya sudah menerima laporan kehilangan tersebut.

"Sudah diterima laporannya, cuma orangnya belum melengkapi semua persyaratannya," kata Sutaini, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/10/2016).

Sutaini mengatakan, sudah mengirim anggotanya ke lokasi kejadian, kemarin. Berapa pekerja di lokasi, termasuk operator alat berat sudah di interogasi polisi.

Baca: CPU Alat Berat Dinas Tata Air DKI Seharga Rp 200 Juta Dicuri di Waduk Cimanggis

"Menurut operator alat berat (memang ada yang) hilang. Makanya harus diselidiki dulu, harus ada suratnya, kehilangan apa, harga berapa dan pembeliannya mana," ujar Sutaini.

Selain itu, dari locus delicti atau lokasi kejadian, berdasarkan pengecekan Polsek Ciracas, posisi alat berat saat CPU-nya hilang ternyata berada di wilayah hukum Polsek Cimanggis, Depok.

"Tapi enggak masalah, itu nanti kita bantu. Makanya dia mesti lengkapi laporan, kalau sudah, nanti bisa sama-sama dengan kita ke TKP lagi. Kalau benar masuk Cimanggis, dilimpahkan ke sana nanti kita bantu," ujar Sutaini.

Pihak operator, kata dia, akan mendatangi Mapolsek Ciracas lagi untuk melengkapi laporan. 

Sebelumnya, sebuah CPU pada sebuah alat berat yang dioperasikan Dinas Tata Air DKI Jakarta di Waduk Cimanggis, wilayah Jakarta Timur, raib digondol maling. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi Sabtu (22/10/2016).

"Iya itu benar kejadiannya hari Sabtu kemarin. CPU yang hilang. Jadi untuk yang menggerakan alat berat itukan pakai CPU tuh, itu yang dicuri," kata Kepala Dinas Tata Air DKI, Teguh Hendrawan.

Di Waduk Cimanggis, kata Teguh, ada dua alat berat yang dioperasikan. Dua alat berat itu sudah beroperasi sekitar dua minggu di Waduk Cimanggis untuk melakukan pengerukan.

Kasus pencurian CPU itu menimpa satu alat berat di antaranya. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir sekitar Rp 200 juta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Megapolitan
GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

Megapolitan
Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Megapolitan
DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Megapolitan
Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X