Sandiaga: Alhamdulillahnya buat Pak Basuki, Macet Tak Disalahkan Lagi ke Pemprov

Kompas.com - 01/11/2016, 16:20 WIB
Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (pakai batik coklat) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/9/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaBakal calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (pakai batik coklat) di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/9/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menilai kemacetan kini sudah tidak lagi dipandang sebagai masalah oleh warga Jakarta. Padahal, menurut dia, semakin ke sini, kemacetan semakin parah dan merugikan orang banyak.

"Saya ngalamin sendiri, pakai voorijder saja telat-telat terus, apalagi kalian yang selama ini mengalami macet yang semakin parah."

"Alhamdulillahnya buat Pak Basuki, kemacetan itu tidak disalahkan lagi ke Pemprov (DKI), tetapi itu adalah bagian dari konsekuensi karena hidup di Jakarta," kata Sandi seusai menemui warga di RW 02 Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (1/11/2016).

Sandi menjelaskan, jika terpilih sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, dia akan mengimbau kalangan menengah ke atas dan kalangan elite untuk tidak membeli kendaraan mahal lagi. Kendaraan yang dimaksud adalah mobil.

"Dari kalangan menengah ke atas banget, kalangan elite, harus mengurangi 'syahwat'-nya untuk membeli mobil baru," kata pria yang mengaku memiliki lima mobil tersebut.

(Baca: Sandiaga Uno Usul Moratorium Penjualan Kendaraan di Jakarta)

"Dikurangi dululah dua tahun. Pasti tidak akan populer memang, apalagi pengusaha otomotif itu teman saya semua. Namun, ini harus dilakukan karena kemacetan semakin parah," kata Sandi.

Menurut dia, sudah tidak ada cara selain membatasi pembelian mobil mewah untuk mengurangi kemacetan di Jakarta.

Adapun kebijakan menaikkan pajak kendaraan yang telah diberlakukan dinilai Sandi tidak efektif karena banyak orang kaya yang tetap membayar pajak dan menambah mobil pribadinya.

Selain itu, dia juga berjanji akan memperluas lagi pengaruh hidup sehat dengan olahraga lari dan memanfaatkan alat transportasi umum.

Sandi yakin, melalui contoh nyata, warga pasti bisa mengubah kebiasaan dan perilakunya, yakni dengan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

Megapolitan
Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Megapolitan
Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X