Kompas.com - 01/11/2016, 21:27 WIB
Pendukung cagub-cawagub nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni turut serta dalam acara deklarasi damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2016). Acara ini diisi dengan penandatangan prasasti damai dan arak-arakan kendaraan hias. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ATLOBELIPendukung cagub-cawagub nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni turut serta dalam acara deklarasi damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2016). Acara ini diisi dengan penandatangan prasasti damai dan arak-arakan kendaraan hias.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Bantuan langsung tunai (BLT) merupakan salah satu program prioritas calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono bila terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Namun, Agus mengatakan BLT akan dibagikan sementara. Lantas apa alasannya?

"Program unggulan satu, saya anggap adalah untuk bantuan saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan," kata Agus di Is Plaza, Jakarta Timur, Selasa (1/11/2016).

Penerima bantuan, menurut dia, merupakan warga yang berada di titik kritis ekonominya. Sebagai pemimpin, Agus mengaku harus berempati terhadap kondisi tersebut.

"Pemimpin siapa pun harus punya kepedulian tinggi untuk mengangkat masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan untuk jadi lebih baik," katanya.

Sementara itu, Rico Rustombi, juru bicara tim pemenangan Agus-Sylvi mengatakan BLT bertujuan untuk meringankan beban hidup rakyat miskin Jakarta untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Kebijakan ini, menurut dia, untuk merespon tingkat kemiskinan rakyat Jakarta yang semakin tinggi dan menandakan adanya persoalan rakyat Jakarta untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar hidup.

"Artinya Pemerintah DKI saat ini belum mampu menekan angka kemiskinan rakyat Jakarta," katanya. (Baca: Kata Agus soal BLT Jurus Lama SBY Curi Hati Warga)

Berdasarkan itu, Rico mengatakan Agus-Sylvi menilai hal itu tidak akan terjadi bila program pembangunan DKI Jakarta dan penyerapan anggaran daerah bisa dimaksimalkan.

Rico mengatakan bantuan bersifat sementara lantaran Agus-Sylvi ingin memaksimalkan penyerapan anggaran bila terpilih menjadi gubernur nanti.

Hal ini dilakukan untuk menstimulus pembangunan agar tingkat kemiskinan bisa terus di tekan dan diturunkan.

"Bila angka kemiskinannya sudah turun, tentunya BLT akan dialokasikan untuk untuk program pembangunan lainnya," katanya.

Kompas TV Inilah Blusukan Para Cagub-Cawagub DKI
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron, Kini Dirawat di RS

4 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron, Kini Dirawat di RS

Megapolitan
PDI-P DKI Sebut Sumur Resapan Program Unggulan Anies Terbukti Gagal Atasi Banjir Jakarta

PDI-P DKI Sebut Sumur Resapan Program Unggulan Anies Terbukti Gagal Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Problematika Banjir yang Merendam Tegal Alur Jakarta Barat

Problematika Banjir yang Merendam Tegal Alur Jakarta Barat

Megapolitan
Ini Alasan Wagub DKI soal Banjir Jakarta yang Belum Surut dalam 6 Jam

Ini Alasan Wagub DKI soal Banjir Jakarta yang Belum Surut dalam 6 Jam

Megapolitan
Manuver Kadin Tolak Kenaikan UMP 5 Persen, Kini Kritik Apindo yang Gugat Anies

Manuver Kadin Tolak Kenaikan UMP 5 Persen, Kini Kritik Apindo yang Gugat Anies

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Tambah 83 Kasus di Kota Tangerang, 287 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 19 Januari: Tambah 83 Kasus di Kota Tangerang, 287 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 77, Pasien Dirawat Bertambah 64

UPDATE 19 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 77, Pasien Dirawat Bertambah 64

Megapolitan
Sebut Warga Tak Tahu Tim Jaguar Sudah Dilebur, Iptu Winam: Pelan-pelan Ingatan Itu Akan Hilang

Sebut Warga Tak Tahu Tim Jaguar Sudah Dilebur, Iptu Winam: Pelan-pelan Ingatan Itu Akan Hilang

Megapolitan
Polisi Tangkap Enam Pencuri Rumah Kosong, Sepucuk Senjata Api hingga Sepeda Motor Jadi Barang Bukti

Polisi Tangkap Enam Pencuri Rumah Kosong, Sepucuk Senjata Api hingga Sepeda Motor Jadi Barang Bukti

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Yusuf Mansur Gaet Investor Tabung Tanah | Anies Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut

[POPULER JABODETABEK] Cara Yusuf Mansur Gaet Investor Tabung Tanah | Anies Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut

Megapolitan
Ketika Napi Terorisme Ungkap Kehadiran Munarman dalam Acara Pembaiatan ISIS..

Ketika Napi Terorisme Ungkap Kehadiran Munarman dalam Acara Pembaiatan ISIS..

Megapolitan
Nasib Ayu Thalia: Ngaku Dianiaya Anak Ahok, kini Malah Jadi Tersangka

Nasib Ayu Thalia: Ngaku Dianiaya Anak Ahok, kini Malah Jadi Tersangka

Megapolitan
Prediksi BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore, Depok dan Bogor Hujan Sepanjang Hari

Prediksi BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Pagi hingga Sore, Depok dan Bogor Hujan Sepanjang Hari

Megapolitan
Banjir Jakarta yang Tak Semanis Klaim Anies: 6 Jam Tak Surut, Ribuan Warga Mengungsi

Banjir Jakarta yang Tak Semanis Klaim Anies: 6 Jam Tak Surut, Ribuan Warga Mengungsi

Megapolitan
Saat Napi Teroris yang Dihadirkan Jaksa Justru Membela Munarman...

Saat Napi Teroris yang Dihadirkan Jaksa Justru Membela Munarman...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.