Kompas.com - 03/11/2016, 10:00 WIB
Salah seorang polisi yang membawa senjata pelontar gas air mata saat kunjungan calon gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke permukiman warga di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016). Alsadad RudiSalah seorang polisi yang membawa senjata pelontar gas air mata saat kunjungan calon gubernur DKI Jakarta nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke permukiman warga di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dikawal beberapa polisi yang membawa senjata pelontar gas air mata saat kunjungan kampanyenya ke permukiman warga di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2016).

Selain membawa senjata pelontar, para polisi yang mengawal juga membawa sejumlah tabung gas air mata.

Adanya polisi yang membawa gas air mata dan mengawal cagub terpantau baru kali ini terjadi selama masa kampanye Pilkada 2017.

Wakapolsek Metro Pasar Minggu Ajun Komisaris Dalby yang turut mendampingi Ahok membenarkan hal itu. Ia menyebut ada 55 polisi yang mengawal Ahok dalam kunjungannya itu.

"Beberapa membawa gas air mata," ujar Dalby.

(Baca: Ahok Dihadang Sekelompok Orang Saat "Blusukan" di Rawa Belong)

Di Pejaten Timur, Ahok tampak berkeliling mendatangi warga dari rumah ke rumah. Setiap menemui warga, ia selalu menyempatkan berdialog selama beberapa menit seraya menyerap keluhan warga.

Seperti biasa, ia juga melayani permintaan warga yang ingin berfoto bersama. Kunjungan Ahok di Pejaten Timur dimulai sekitar pukul 09.00 dan masih berlangsung hingga pukul 09.20.

Pada Rabu (2/11/2016) sore, Ahok dihadang sekelompok orang saat berkampanye di Rawa Belong. Akibat penghadangan itu, Ahok sampai diamankan ke Mapolsek Kebon Jeruk untuk menghindari terjadinya hal yang tak diinginkan,

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

2 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Jakarta Rabu Dini Hari

Megapolitan
Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Menelusuri Masjid Jami Tangkuban Perahu di Setiabudi

Megapolitan
Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Depok 13 Pekan Bertahan di Zona Oranye Covid-19

Megapolitan
Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19, Selasa Kemarin

Megapolitan
Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Depok Catat 10 Kematian akibat Covid-19, Jumlah Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

[POPULER JABODETABEK] Cara Ganti E-KTP yang Hilang atau Rusak bagi Warga Luar Domisili

Megapolitan
[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

[Update 20 April]: Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang Sebanyak 26, Pasien Aktif 216

Megapolitan
Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Warga Depok Diminta Tak Mengendurkan Protokol Kesehatan Saat Ramadhan

Megapolitan
[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

[Update 20 April]: Tangsel Catat 10.672 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat Sebanyak 578

Megapolitan
Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Ruhana Kuddus, Wartawati Pertama yang Gencar Menentang Poligami, Nikah Dini dan Dominasi Laki-laki

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Cerah Berawan, Kecuali Bogor

Megapolitan
Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Remaja Diperkosa Anak Anggota DPRD lalu Dijual, Praktisi Hukum Pidana: Berdamai Tak Bisa Hentikan Penyidikan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 21 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X