Kompas.com - 06/11/2016, 14:30 WIB
Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Ciracas, di Jalan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (6/11/2016). Kompas.com/Robertus BelarminusBakal calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Ciracas, di Jalan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (6/11/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara sempat ricuh pada 4 November 2016 kemarin.

Calon wakil gubernur DKI Sandiaga Uno yang dimintai tanggapannya punya penilaian mengenai penyebab kerusuhan di Luar Batang. Menurutnya, faktor penyebab hal itu karena ketidakadilan yang terjadi di sana.

"Saya lihat empat kali setelah saya ke sana, terakhir yang Pasar Ikan itu digusur, warga masyarakat khususnya kelompok muda banyak yang menganggur. Mereka frustasi, merasa ada ketidakadilan," kata Sandiaga, disela kunjungannya di RT 03 RW 03, Jalan Tengki, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (6/11/2016).

Sementara pembangunan di sekitar berkembang, masyarakat Luar Batang menurut Sandiaga tidak ikut mengecapinya.

"Kelas menengah atas, tingkat hedonismenya terlihat di Jakarta Utara, sementara mereka tidak mendapatkan kue perekonomian itu," ujar Sandiaga.

"Nah, itu memicu tindakan yang salah sama sekali, yaitu tindakan rusuh, anarkis. Jadi kita punya tanggung jawab untuk menyentuh kepada akar permasalahannya, ketimpangan ekonomi dan kesejahteraannya itu, yang sekarang Anies-Sandi fokus (akan hal itu), khususnya di Jakarta Utara," ujar Sandiaga.

Sandiaga menilai, kawasan Luar Batang yang lokasinya dekat laut seharusnya punya potensi ekonomi yang bagus.

"Karena kan kalau tinggal di water front, paling depan air, di mana-mana harusnya berpotensi. Tapi kok malah terpuruk. Ya, ada memang yang sudah bagus. Tapi di Jakarta Utara yang bagian timurnya, masih tertinggal," ujar Sandiaga.

Seperti diberitakan, sekelompok orang menjarah sebuah minimarket di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat malam.

Polisi langsung terjun ke lokasi untuk menangkap para pelaku. Sempat terjadi "gontok-gontokkan" antara kelompok orang itu dengan aparat keamanan.

Massa melempar batu, botol dan pecahan kaca ke arah aparat yang dibalas dengan melontarkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Polri menduga kuat terdapat koordinator yang mendalangi aksi penjarahan minimarket di Luar Batang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

Megapolitan
UPDATE 24 Januari: 1.993 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 10.488

UPDATE 24 Januari: 1.993 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 10.488

Megapolitan
Sedang Beraksi, Pencuri Modus Ganjal ATM Diciduk Satpam SPBU di Depok

Sedang Beraksi, Pencuri Modus Ganjal ATM Diciduk Satpam SPBU di Depok

Megapolitan
Keluarga Duga Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Tidak Spontan

Keluarga Duga Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Tidak Spontan

Megapolitan
Masyarakat Umum Bisa Disuntik Vaksin Booster di Kota Tangerang, Lansia Tetap Jadi Target Utama

Masyarakat Umum Bisa Disuntik Vaksin Booster di Kota Tangerang, Lansia Tetap Jadi Target Utama

Megapolitan
Sopir Taksi Tewas Gantung Diri di Kalideres, Diduga akibat Masalah Rumah Tangga

Sopir Taksi Tewas Gantung Diri di Kalideres, Diduga akibat Masalah Rumah Tangga

Megapolitan
14 Komunitas Akan Ikut 'Street Race' di Kabupaten Bekasi

14 Komunitas Akan Ikut "Street Race" di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga di Kota Tangerang Mencapai 3,1 Persen

Megapolitan
Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Gudang Terbakar di Kembangan Jakbar, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Pengeroyokan Kakek hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Dua Wanita di Cakung Terseret 1 Meter karena Pertahankan Motor yang Hendak Dibegal

Megapolitan
Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Sudah Divaksin 2 Dosis, Warga Jakarta yang Terpapar Omicron Meninggal karena Komplikasi

Megapolitan
72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

72 Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangerang Selatan

Megapolitan
130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

130 Hari Menuju Formula E, Jakpro Sebut Belum Ada Sponsor yang Resmi Bergabung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.