Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anies: Disebut Pahlawan karena Mencintai Bangsa Melebihi Diri Sendiri

Kompas.com - 10/11/2016, 11:07 WIB
Kontributor Amerika Serikat, Andri Donnal Putera

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, berpendapat, seseorang bisa disebut pahlawan jika berbuat sesuatu yang baik dengan maksimal.

"Para pahlawan ini yang ikut memajukan negara kita. Sebagian merintis kemerdekaan, sebagian melunasi janji kemerdekaan. Disebut pahlawan karena mereka mencintai bangsanya melebihi diri sendiri. Mereka hibahkan semuanya," kata Anies.

Hal itu dia ungkapkan saat ziarah ke makam pahlawan di TPU (Taman Pemakaman Umum) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2016) pagi.

Hibah dari pahlawan yang dimaksud Anies adalah tenaga, waktu, pikiran, hingga nyawanya sendiri.

Kesempatan ziarah pada Hari Pahlawan ini juga dipakai sebagai momen untuk mengingat dan meneruskan perjuangan para pendahulunya.

Saat di TPU Tanah Kusir, Anies mengawali ziarahnya dengan mengunjungi makam kakeknya, Abdurrahman Baswedan atau yang lebih dikenal dengan nama AR Baswedan. Abdurrahman merupakan tokoh perintis kemerdekaan RI dan juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan kedua RI.

Setelah mendoakan mendiang kakeknya, Anies meneruskan ziarahnya ke makam mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, dan tokoh lain seperti Saifuddin Zuhri serta Hasan Basri.

Pada perhentian terakhir di TPU Tanah Kusir, Anies juga berziarah ke makam Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta. Ketika ke makam Bung Hatta, Anies tidak sengaja bertemu dengan Gemala Hatta, putri kedua mendiang Bung Hatta, yang saat itu juga sedang berziarah.

Kompas TV Mengenang Perjuangan 10 November 1945
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

NIK KTP Bakal Dijadikan Nomor SIM Mulai 2025, Korlantas Polri: Agar Jadi Satu Data dan Memudahkan

NIK KTP Bakal Dijadikan Nomor SIM Mulai 2025, Korlantas Polri: Agar Jadi Satu Data dan Memudahkan

Megapolitan
8 Tempat Makan dengan Playground di Jakarta

8 Tempat Makan dengan Playground di Jakarta

Megapolitan
Pegi Bantah Jadi Otak Pembunuhan, Kuasa Hukum Keluarga Vina: Itu Hak Dia untuk Berbicara

Pegi Bantah Jadi Otak Pembunuhan, Kuasa Hukum Keluarga Vina: Itu Hak Dia untuk Berbicara

Megapolitan
Polisi Tangkap Pria Paruh Baya Pemerkosa Anak Disabilitas di Kemayoran

Polisi Tangkap Pria Paruh Baya Pemerkosa Anak Disabilitas di Kemayoran

Megapolitan
Pengamat: Jika Ahok Diperintahkan PDI-P Maju Pilkada Sumut, Suka Tak Suka Harus Nurut

Pengamat: Jika Ahok Diperintahkan PDI-P Maju Pilkada Sumut, Suka Tak Suka Harus Nurut

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Dalam Toren Air di Pondok Aren

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Dalam Toren Air di Pondok Aren

Megapolitan
Polisi Dalami Keterlibatan Caleg PKS yang Bisnis Sabu di Aceh dengan Fredy Pratama

Polisi Dalami Keterlibatan Caleg PKS yang Bisnis Sabu di Aceh dengan Fredy Pratama

Megapolitan
Temui Komnas HAM, Kuasa Hukum Sebut Keluarga Vina Trauma Berat

Temui Komnas HAM, Kuasa Hukum Sebut Keluarga Vina Trauma Berat

Megapolitan
NIK KTP Bakal Jadi Nomor SIM Mulai 2025

NIK KTP Bakal Jadi Nomor SIM Mulai 2025

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Sabu untuk Caleg PKS di Aceh

Polisi Buru Penyuplai Sabu untuk Caleg PKS di Aceh

Megapolitan
Tiang Keropos di Cilodong Depok Sudah Bertahun-tahun, Warga Belum Melapor

Tiang Keropos di Cilodong Depok Sudah Bertahun-tahun, Warga Belum Melapor

Megapolitan
Polri Berencana Luncurkan SIM C2 Tahun Depan

Polri Berencana Luncurkan SIM C2 Tahun Depan

Megapolitan
Caleg PKS Terjerat Kasus Narkoba di Aceh, Kabur dan Tinggalkan Istri yang Hamil

Caleg PKS Terjerat Kasus Narkoba di Aceh, Kabur dan Tinggalkan Istri yang Hamil

Megapolitan
'Call Center' Posko PPDB Tak Bisa Dihubungi, Disdik DKI: Mohon Maaf, Jelek Menurut Saya

"Call Center" Posko PPDB Tak Bisa Dihubungi, Disdik DKI: Mohon Maaf, Jelek Menurut Saya

Megapolitan
Polisi: Ada Oknum Pengacara yang Pakai Pelat Palsu DPR

Polisi: Ada Oknum Pengacara yang Pakai Pelat Palsu DPR

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com