Bawaslu Minta Pasangan Calon Beritahukan Seluruh Kegiatan Kampanye

Kompas.com - 10/11/2016, 21:36 WIB
Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, dan Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos dalam sebuah diskusi di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/11/2016). Nursita SariKetua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, dan Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos dalam sebuah diskusi di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/11/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com -  Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti meminta agar seluruh tim kampanye pasangan calon (paslon) gubernur-calon wakil gubernur DKI memberitahukan seluruh agenda kampanye kepada Bawaslu.

Hal itu, kata Mimah, dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan yang dilakukan paslon merupakan agenda kampanye atau tidak. Pemberitahuan itu juga untuk menghindari kesalahpahaman informasi antara Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang mengawasi kegiatan paslon.

Selain kegiatan kampanye yang diadakan tim paslon, kegiatan undangan yang dihadiri dengan tujuan untuk menyampaikan visi misi juga harus diberitahukan.

"Meskipun menghadiri undangan, tapi kampanye, maka kami membahasakan itu kegiatan yang dilakukan oleh pihak lain. Pihak lain boleh melakukan kampanye tapi harus didaftarkan ke KPU satu hari sebelum kegiatan," ujar Mimah seusai evaluasi pengawasan kampanye, di Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).

Mimah mencontohkan dua kegiatan yang mengarah kepada kampanye yang dilakukan oleh pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Saat keduanya mendatangi kegiatan tausiah di Gedung Pencak Silat TMII, Jakarta Timur pada Rabu lalu.

Kegiatan tersebut tidak dilaporkan sebagai kegiatan kampanye. Padahal, terdapat sejumlah atribut-atribut kampanye dalam acara tersebut.

Begitu juga ketika hari ini Sylviana mendatangi undangan majelis taklim di Kelapa Gading yang harus mendapat teguran oleh Panwaslu Kecamatan karena kegiatan tersebut tidak terdaftar sebagai kegiatan kampanye. (Baca: Bawaslu DKI Temukan 32 Titik Pemasangan Spanduk Kampanye Negatif)

Selain itu, ada sejumlah warga yang mengenakan atribut kampanye yang menunjukkan dukungan untuk Agus-Sylviana.

"Dalam lingkungan itu (acara), ada tim-tim relawan yang memakai atribut paslon nomor satu . Nah, bagaimana kami tidak bisa menilai itu kegiatan kampanye," ujar Mimah.

Kompas TV 3 Pasangan Cagub-Cawagub DKI Serukan Kampanye Damai
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

UPDATE 19 Januari: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.012

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan 'Door to Door'

Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Palmerah Dipercepat dengan "Door to Door"

Megapolitan
2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

2 Hari Terjebak Banjir, Sebagian Warga Tegal Alur Belum Dapat Bantuan

Megapolitan
Sindir Anies 'Kerja Senyap' Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Sindir Anies "Kerja Senyap" Saat Banjir, Fraksi PDI-P: Karena Memang Tidak Ada yang Dikerjakan

Megapolitan
Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Kebakaran Melanda Toko Pakaian dan Sembako di Kebayoran Lama

Megapolitan
Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Sudinsos Jakarta Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Anies Keluarkan Kepgub Soal Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta Hingga 24 Januari

Anies Keluarkan Kepgub Soal Perpanjangan PPKM Level 2 di Jakarta Hingga 24 Januari

Megapolitan
Keluarga Pasien di RS Polri Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Dua Ponsel Hilang

Keluarga Pasien di RS Polri Jadi Korban Pencurian, Tas Berisi Dua Ponsel Hilang

Megapolitan
Dibawa Jaksa untuk Beratkan Munarman, Saksi: Saya Lebih Pilih Abang daripada yang Tangkap Saya

Dibawa Jaksa untuk Beratkan Munarman, Saksi: Saya Lebih Pilih Abang daripada yang Tangkap Saya

Megapolitan
Awasi Penerapan Protokol Kesehatan, Satpol PP DKI Patroli Saat Anak Pulang Sekolah

Awasi Penerapan Protokol Kesehatan, Satpol PP DKI Patroli Saat Anak Pulang Sekolah

Megapolitan
Tahanan Polres Jaksel Tewas, Keluarga Laporkan Kejanggalan Kematiannya ke Komnas HAM

Tahanan Polres Jaksel Tewas, Keluarga Laporkan Kejanggalan Kematiannya ke Komnas HAM

Megapolitan
Sindikat Pembobol Rumah Kosong di Bekasi Ditangkap, Hasil Kejahatan Capai Ratusan Juta

Sindikat Pembobol Rumah Kosong di Bekasi Ditangkap, Hasil Kejahatan Capai Ratusan Juta

Megapolitan
Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Mengapa Eks Sekretaris Dinas Damkar Depok Tak Ditahan?

Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Mengapa Eks Sekretaris Dinas Damkar Depok Tak Ditahan?

Megapolitan
Cerita Eks Ketua Tim Jaguar Usai Dilebur Jadi Tim Patroli Presisi: Jalani Pelatihan hingga Waktu Patroli Lebih Panjang

Cerita Eks Ketua Tim Jaguar Usai Dilebur Jadi Tim Patroli Presisi: Jalani Pelatihan hingga Waktu Patroli Lebih Panjang

Megapolitan
102 RT Terendam Banjir Jakarta, Ketua DPRD: Sumur Resapan Tidak Ada Gunanya

102 RT Terendam Banjir Jakarta, Ketua DPRD: Sumur Resapan Tidak Ada Gunanya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.