Kompas.com - 11/11/2016, 14:34 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorFidel Ali

JOMBANG, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berharap Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional, tahun depan.

Menurut Djarot, Gus Dur layak untuk mendapat predikat itu.

"Ya semoga tahun depan, Gus Dur bisa jadi pahlawan nasional. Dari rekam jejaknya sudah pantas ya," ujar Djarot di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jumat (11/11/2016).

Doa ini dia ucapkan ketika berbicara di depan santri Pesantren Tebuireng. Pesantren ini didirikan oleh KH Hasyim Asyari yang merupakan kakek Gus Dur.

Djarot mengatakan Hasyim Asyari merupakan pahlawan nasional yang menyalakan semangat revolusi jihad. Dia berharap Gus Dur bisa menjadi pahlawan nasional seperti leluhurnya.

Nama Gus Dur menjadi salah satu yang diharapkan beberapa pihak untuk menjadi pahlawan nasional tahun ini. Namun, hal itu tidak terjadi.

Presiden Joko Widodo memberikan gelar pahlawan nasional kepada tokoh Nahdlatul Ulama, almarhum Kiai Haji As'ad Syamsul Arifin. Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

As'ad lahir pada1897 di kota Mekkah dan wafat pada 4 Agustus 1990 di Situbondo, Jawa Timur. Semasa hidupnya, As'ad menjadi pengasuh dari pondok pesantren Salafiyah Syafi'iyah yang terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. (Baca: Ziarah ke Makam Gus Dur, Djarot Bantah Ingin Dekati Warga NU)

As'ad banyak berjasa menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Jabatan terakhirnya di Nahdlatul Ulama adalah sebagai Dewan Penasihat. Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga memberikan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada dua tokoh, yakni almarhum Mayor Jenderal (Purn) Andi Mattalatta, tokoh dari Provinsi Sulawesi Selatan; dan almarhum Letnan Kolonel Inf (Anumerta) Sroedji, tokoh dari Provinsi Jawa Timur.

Kompas TV Mengenang Gus Dur Yang Toleran & Humoris
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.