Kompas.com - 11/11/2016, 14:55 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, menyapa warga saat berkunjung ke Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (8/11/2016). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERACalon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, menyapa warga saat berkunjung ke Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (8/11/2016).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Anies Baswedan selaku calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga ragu terhadap dugaan pelanggaran kampanye yang diungkapkan Bawaslu DKI Jakarta pada Kamis (10/11/2016).

"Soal dugaan pelanggaran, nanti kami perbaiki. Tapi, kalau yang politik uang coba nanti dicek. Kok saya ragu ya."

"Kalau yang (melibatkan) anak-anak, Anda lihat sendiri. Kebanyakan anak-anak itu balita yang tidak bisa ditinggal di rumah. Ini kan bukan masyarakat yang punya baby sitter ya, masyarakat kelas menengah yang punya itu," kata Anies.

Keraguannya itu diutarakan kepada wartawan saat berkunjung ke permukiman warga di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).

 

Dia menambahkan, kebanyakan anak-anak yang dibawa warga saat dia berkampanye adalah yang masih berumur di bawah lima tahun. Sehingga, anak-anak tersebut tidak termasuk dalam kategori anak berumur cukup yang dapat dipengaruhi untuk mendukung dia pada Pilkada DKI Jakarta.

Adapun dugaan pelanggaran kampanye Anies dan pasangannya, Sandiaga Uno, yang dilaporkan kepada Bawaslu, adalah soal politik uang, melibatkan anak-anak, kampanye tanpa pemberitahuan, dan relawan yang belum terdaftar. Namun, pihak Bawaslu belum menjelaskan secara detil karena masih diusut lebih lanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Anies, dia selalu berusaha mematuhi peraturan selama masa kampanye berjalan. Seperti setiap kali melaksanakan ibadah Shalat Jumat, Anies mengaku sering diminta memberi kata sambutan. Tetapi, hal itu selalu dia lakukan secara hati-hati.

"Tadi pun ketika saya setiap datang ke masjid, pengurusnya minta saya memberi sambutan. Tapi selalu dalam sambutan saya bilang, saya tidak mau bicara banyak, terima kasih sudah bisa bersilaturahim di sini, tapi saya tidak mau bicara lebih jauh dari itu," ujar Anies.

Kompas TV Timses Ahok-Djarot Laporkan Penghadangan Pada Bawaslu
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

Megapolitan
Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Megapolitan
Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Megapolitan
Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Megapolitan
Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Megapolitan
Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Megapolitan
LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

Megapolitan
Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.